RADARGARUT– Musibah kebakaran lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Garut. Kali ini, sebuah area perkebunan seluas kurang lebih 2 hektare yang ditanami bambu dan pohon aren di Kecamatan Leles ludes terbakar pada Sabtu sore. Kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian akibat pembuangan puntung rokok sembarangan yang membakar vegetasi kering di lokasi kejadian.
Awal Mula Kejadian
Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari dinas pemadam kebakaran setempat, peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Kampung Kanduruan RT 19/RW 07, Desa Lembang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.
Insiden pertama kali diketahui oleh seorang warga lokal, Ibu W., bersama suaminya sekitar pukul 17.38 WIB. Saat itu, pasangan suami istri tersebut hendak mengecek dan melangkah menuju area kandang domba milik mereka yang berada di sekitar lokasi lahan perkebunan.
Baca Juga:Samsung Resmi Rilis One UI 9 untuk Lini Galaxy S26: Lebih Canggih, Pintar, dan Makin Personal!Tips Beli Weekly Diamond Pass MLBB Rp 1 di Shopee!
Namun, alangkah terkejutnya mereka saat melihat kobaran api sudah membesar dan mengepul di area belakang rumah serta kawasan perkandangan.
Melihat kobaran api yang terus meluas akibat tiupan angin dan material vegetasi yang mudah terbakar, saksi segera meminta pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Garut.
Proses Pemadaman dan Respons Cepat Petugas
Mendapat laporan darurat dari warga, Petugas Pos Damkar Leles langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), tim pemadam langsung bertindak cepat melakukan upaya pemadaman utama agar kobaran api tidak makin meluas menuju kawasan permukiman pemukim warga maupun fasilitas perkandangan ternak di sekitarnya.
Setelah api utama berhasil dilokalisir, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan (cooling operation) dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada sisa-sisa bara api yang tersembunyi.
Tidak hanya fokus pada area darat, petugas damkar juga secara cermat menyisir area atap rumah warga di sekitar TKP. Penyisiran ini dilakukan untuk mengantisipasi bahaya sekunder berupa bara api yang terbawa angin (flying embers) yang berpotensi memicu titik api baru pada bangunan tempat tinggal.
Perjuangan ekstra petugas bersama partisipasi aktif masyarakat setempat akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan total dan situasi dinyatakan terkendali pada pukul 20.15 WIB.
