“Iya bukan saja pemandangan alam, malahan hawanya dinginnya, kalau di Indonesia ini kalau nak dingin daripada pagi hingga ke malam datanglah ke Garut,” sebutnya.
Terkait persiapan Tim Pelayang dari Malaysia, ia menyebut, bahwa event ini dibawah pimpinan Bupati Garut melalui kerjasama Yayasan Desa Emas dengan Majelis pelayanan Malaysia, dan mendapat dukungan dari Bupati Garut.
“Lalu kita present kepada Bapak Bupati dan beliau menyokongnya dan inilah menjadi kenyataan pada hari ini,” sambungnya.
Baca Juga:Puluhan Ribu Anak Masuk Data ATS dan DO, FAGAR Garut Minta Evaluasi Penyaluran PIPDiwarnai Keluhan Tiket Mahal dan UMKM Sepi, GIKF 2026 Didesak Evaluasi Total
Ia menjelaskan, bahwa untuk tempat di Gunung sendiri mendapat respon baik dari para pelayang dari berbagai negara, dan sangat menarik untuk diikuti.
“Bukan sahaja cuacanya, tetapi dengan keadaan dia punya senari, dia punya alam semula jadi yang sungguh cantik, dan mereka rasa aman, rasa tenang berada di sini, dapat bermain layang-layang dengan cuaca yang segar, dingin gitu,” jelasnya.
Menurutnya, tim dari Malaysia mendatangkan 10 orang pelayang, dan Malaysia ini menjadi support kuat untuk festival layang-layang dunia.
Datok A.Rahim menambahkan, bahwa gelaran Festival Layang-layang Dunia ini jauh lebih ramai ketika di gelar di Malaysia, dengan bukti tercatat sekitar 670 ribu pengunjung.
“Kita telah mencatatkan secara digital melalui visitor tracking system kita mencatatkan lebih kurang 670 ribu pengunjung, dengan stall-stall (kios-kios) yang ada lebih daripada 350 kuartal dengan berbagai jualan, berbagai pameran yang ditunjukkan,” pungkasnya. (*)
