Garut Rawan Karhutla: Api Lahap Lahan Bambu di Pasirwangi

(Istimewa)
Api lahap lahan bambu di Pasirwangi Garut (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Kobakaran api besar yang melahap lahan bambu di Kecamatan Pasirwangi, Garut berhasil dipadamkan sebelum api menjalar ke pemukiman warga.

Kebakaran lahan bambu yang terjadi di Kampung Pasirkiamis, Desa Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Kamis sore 30 Juli 2026, menjadi bukti nyata betapa pentingnya sinergi dan gotong royong dalam menghadapi bencana.

Semua bermula sekitar pukul 17.45 WIB. Beberapa warga melihat asap mengepul dan kobaran api mulai membesar dari area kebun bambu. Angin yang bertiup kencang di musim kemarau membuat api cepat merambat, mendekati rumah-rumah warga yang hanya berjarak ratusan meter.

Baca Juga:Harga Emas Naik Hari Ini, Simak Daftarnya!MK Putuskan: Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Dipakai untuk Program MBG Mulai APBN 2028

Kekhawatiran langsung menyebar. Jika api tidak segera dikendalikan, bukan hanya lahan bambu yang hangus, tetapi juga permukiman padat penduduk bisa terancam.

Begitu menerima laporan masyarakat, Kapolsek Pasirwangi, IPTU Wahyono langsung bergerak cepat. Bersama personel Polsek Pasirwangi, ia segera menuju lokasi kejadian.

Sambil menunggu kedatangan unit pemadam kebakaran, petugas Polri tidak tinggal diam. Mereka bersama warga setempat langsung memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya seperti ember, gayung, dan air yang diambil dari sumber terdekat agar laju api tidak semakin meluas.

Ketika petugas Damkar Kabupaten Garut tiba di lokasi, tantangan baru muncul. Titik kebakaran berada sekitar 300 meter dari jalan desa. Kendaraan pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau langsung area yang terbakar karena medan yang sulit.

Situasi ini memaksa semua pihak beradaptasi. Proses pemadaman akhirnya dilakukan secara gotong royong. Warga, personel Polri, dan unsur Forkopimcam bergiliran mengangkut air menggunakan ember secara estafet.

Barisan manusia terbentuk, air dipindahkan dari sumber ke titik api, satu ember demi satu ember, dengan semangat kebersamaan yang tinggi.

Berkat kerja keras dan koordinasi yang solid, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada korban jiwa. Tidak ada rumah yang terbakar.

Baca Juga:Jangan Asal Colok! Larangan Keras Alat Elektronik Berdaya Tinggi di Kereta Api, Ini Aturan & BahayanyaPariwisata Garut Tumbuh 15% tapi Rawan Ketergantungan Pasar

Lahan bambu memang mengalami kerusakan, tetapi ancaman lebih besar berhasil dicegah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa respons cepat dan kolaborasi lintas unsur mampu menyelamatkan kampung dari bencana yang lebih besar.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, dugaan sementara sumber api berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke area kebun bambu. Kondisi musim kemarau yang kering membuat api mudah menyebar.

0 Komentar