RADARGARUT – Kabupaten Garut kembali mencatatkan kinerja positif di sektor pariwisata pada Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang menuju Garut mencapai 713.551 perjalanan.
Angka ini naik 15,18% dibandingkan April 2026 dan meningkat 11,59% secara tahunan dibanding Mei 2025.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut tersimpan tantangan struktural yang cukup serius. Lebih dari separuh wisatawan yang datang ke Garut masih berasal dari kawasan Bandung Raya.
Baca Juga:Api Lahap Lahan Pertanian Seluas 2 Hektar Di Cibalong, Sebabkan Kerugian Material BesarHimbauan Waspada Musim Kemarau, Disdamkar Garut Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat secara gabungan menyumbang 50,24% dari total perjalanan wisatawan nusantara ke Garut.
Kepala BPS Kabupaten Garut, Sidik Edi Sutopo, menegaskan bahwa Bandung Raya masih menjadi pasar utama pariwisata Garut.
“Komposisi tersebut menunjukkan Bandung Raya masih menjadi pasar utama. Artinya, pergerakan wisatawan ke Garut sangat dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat dari wilayah tersebut,” ujarnya pada Kamis, 29 Juli 2026.
Kedekatan geografis memang menjadi keunggulan. Garut mudah dijangkau untuk perjalanan akhir pekan atau libur singkat, sehingga mendorong kunjungan dalam beberapa bulan terakhir.
Akan tetapi, ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap satu kawasan meningkatkan risiko. Jika terjadi perlambatan ekonomi, penurunan daya beli, atau perubahan preferensi wisata masyarakat Bandung Raya, maka sektor pariwisata Garut bisa terdampak signifikan.
Munculnya destinasi baru di daerah lain juga berpotensi mengalihkan arus wisatawan yang selama ini menjadi penopang utama. Di sisi lain, data BPS menunjukkan adanya pergeseran pola asal wisatawan.
Secara bulanan, perjalanan dari Kota Bekasi naik 38,16%, Kabupaten Bekasi 37,37%, dan Kota Sukabumi 35,39%. Sebaliknya, kunjungan dari Kabupaten Pangandaran turun 1,31% dan Kabupaten Cianjur berkurang 0,05%.
Baca Juga:Polisi Tangkap Pelaku Bacok Juru Parkir di Garut, Korban Alami Luka Serius di Beberapa Bagian TubuhMulai Pekan Depan, Orang Tua Bisa Pantau Menu Makan Bergizi Gratis Anak Secara Online!
Peningkatan dari daerah di luar Bandung Raya ini menjadi peluang bagi Garut untuk memperluas pangsa pasar.
Sidik menekankan pentingnya diversifikasi. Semakin beragam daerah asal wisatawan, semakin kuat ketahanan sektor pariwisata dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi maupun persaingan antardestinasi.
Menariknya, masyarakat Garut sendiri juga aktif melakukan perjalanan wisata. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara yang berasal dari Garut mencapai 449.436 perjalanan, naik 4,50% dibanding April 2026, meski secara tahunan turun 3,04%.
Sebagian besar perjalanan warga Garut masih mengarah ke Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Tasikmalaya dengan porsi sekitar 49,21%. Kondisi ini menggambarkan hubungan timbal balik yang kuat antara Garut dan kawasan sekitarnya.
