Kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan keluarga menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.
Pemkab Garut berharap pembatasan gawai dapat mendorong siswa lebih aktif dalam kegiatan literasi, numerasi, olahraga, seni, dan permainan tradisional.
Dengan mengurangi distraksi digital di sekolah, diharapkan proses belajar menjadi lebih mendalam dan interaksi antar siswa semakin hidup.
Baca Juga:Api Lahap Lahan Pertanian Seluas 2 Hektar Di Cibalong, Sebabkan Kerugian Material BesarHimbauan Waspada Musim Kemarau, Disdamkar Garut Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Kebijakan ini berlaku di seluruh satuan pendidikan di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Sekolah diminta segera menyusun dan mensosialisasikan tata tertib kepada siswa, orang tua, serta komite sekolah.
Evaluasi pelaksanaan akan terus dilakukan agar dampak positifnya dapat dirasakan secara nyata. Dengan langkah bersama ini, Pemkab Garut ingin memastikan lingkungan sekolah menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang optimal siswa, bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membangun karakter dan kebiasaan digital yang sehat.(*)
