Gagal Dapat Lahan, Garut Kehilangan Anggaran Rp250 Miliar untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat
Bangunan Sekolah Rakyat
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, terus berupaya memperjuangkan mencari lahan agar program Sekolah Rakyat (SR) bisa di bangun di Garut secepatnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan awalnya sudah dialokasikan dana untuk pembelian tanah di Kecamatan Samarang, namun prosesnya tidak berjalan baik.

“Tetapi kemudian karena proses tidak berjalan, pada akhirnya tidak sesuai antara appraisal dengan keinginan masyarakat, sehingga pada akhirnya kita tidak gol untuk mendapatkan tanah yang dimaksud,” ujarnya.

Baca Juga:Kasus Kebakaran di Garut Capai 227 Kejadian, Bulan Juli Paling ParahKebakaran Lahan di Gunung Guntur Sulit Dipadamkan, BPBD Garut Terkendala Alat dan Medan

Dengan begitu, Nurdin menyebutkan, dikarenakan Garut belum memiliki tanah untuk pembangunan SR, maka konsekuensi nyan hingga sekarang belum ada kejelasan lokasi untuk SR.

Selain itu, kata dia, di Kecamatan Cikelet pun sama ada beberapa hal yang harus di selesaikan termasuk status tanah.

“Kemudian kita juga di Pakenjeng yang itu juga masih ada hak tanah kita, sebetulnya tanah negara bebas yang hari ini juga masih kita perjuangkan untuk didapati,” ucapnya.

Tak hanya itu, konsekuensi lain pun berdampak pada calon siswa yang sudah lolos tahap administrasi atau pada recruitment.

“Sehingga konsekuensinya ini kasihan kepada anak-anak kita. Anak-anak kita yang hari ini rekruitmen, kita diberikan kesempatan untuk mendapatkan untuk mengelola satu rombel SMP sebanyak 31 orang,” ucapnya.

Dengan begitu, pihaknya terus lakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar SR secepatnya bisa dibangun.

“Tapi insyaallah kemarin saya juga koordinasi untuk mendapatkan lokasi yang ada di sana. Jadi ada satu ruangan yang dapat kita manfaatkan untuk kepentingan pembangunan atau untuk pelaksanaan proses belajar mengenai anak-anak kita,” katanya.

Baca Juga:Pantai Selatan Garut Dongkrak PAD Tinggi, Lampaui Target Hingga 162 PersenSistem Absensi ASN Dinilai Belum Efektif, Bupati Minta Segera Diperbaiki

Selain itu, pihaknya juga terus berusaha ke Kementerian Sosial (Kemensos) agar 31 calon siswa SR ditingkat SMP ini harus diintegrasikan atau dititipkan ke Kabupaten Sumedang.

Nurdin menjelaskan, bahwa idealnya tahun 2026 sekarang pembangunan SR sudah bisa dilaksanakan, dengan begitu untuk Garut tahun 2026 sudah kehilangan anggaran Rp250 miliar yang awalnya untuk pembangunan SR.

“Karena pembangunan tidak terjadi karena tanahnya belum tersedia, berarti dimana titik lemahnya, titik lemahnya sama lah mungkin di kami dan juga mungkin di masyarakat, di kami artinya kami tidak cek and rechek ke dinas sosial terkait dengan kesiapan mereka untuk menjual,” jelasnya.

0 Komentar