Kebakaran Lahan di Gunung Guntur Sulit Dipadamkan, BPBD Garut Terkendala Alat dan Medan

Rizki Peratami
Gunung Guntur Garut. (Foto: Rizki Peratami)
0 Komentar

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut masih terus melakukan pemantauan terhadap proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Guntur, Garut.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di wilayah Blok Cadas Gantung dan Pasir Ayakan yang berada di perbatasan Desa Sukaraja dan Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Upaya pemadaman dan mitigasi dampak kebakaran terus dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat setempat, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Baca Juga:Sistem Absensi ASN Dinilai Belum Efektif, Bupati Minta Segera DiperbaikiBaso Aci Diusulkan Jadi Warisan Warisan Budaya Takbenda

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefullah, mengatakan saat ini petugas memprioritaskan pemantauan perkembangan titik api serta memastikan keamanan warga di sekitar lokasi.

“Masih ditangani dengan masyarakat ya, dengan damkar, kita hanya melihat perkembangannya sejauh mana pengaruh terhadap penduduk,” ujarnya.

Aah menjelaskan, lokasi kebakaran berada di kawasan puncak gunung sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara manual akibat keterbatasan alat untuk menjangkau titik api.

“Jadi kita hanya melakukan himbauan selain pemadaman dengan cara yang manual ya karena tidak ada alat untuk bisa ke atas,” jelasnya.

Ia memastikan, bahwa lokasi kebakaran masih berjarak aman dari permukiman warga. Sementara itu, petugas gabungan dan relawan terus memantau pergerakan api.

“Iya, cukup jauh tapi masih aman. Karena memang keterbatasan alat kan terbatas ke atas juga. Tetap kita pantau, kan di sana kita ada kerjasama dengan BKSDA, ada Masyarakat Peduli Api (MPA) ya itu mereka yang melaporkan,” katanya.

Mengenai dugaan pemicu timbulnya api, BPBD Garut menyatakan masih melakukan pemantauan dan analisis di lapangan.

Baca Juga:Festival Layang-layang Diproyeksikan Tarik Lebih dari 20 Ribu PengunjungPemkab Garut Percepat Pembentukan Forum TJSLP untuk Optimalkan Dana CSR

Menurutnya, kebakaran lahan tersebut dipicu oleh faktor aktivitas manusia maupun faktor cuaca.

“Kalau dugaan penyebabnya bisa karena ulah manusia atau perlu penelitiannya survei langsung yang kedua ini kalau cuaca kalau di atas 200 derajat Celsius itu pasti akan terjadi kebakaran selama ada unsur yang bisa terbakar,” sambung.

Dengan begitu, Aah mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang bisa berpotensi terjadinya kebakaran dikawasan gunung.

“Jadi kita hanya bisa menghimbau kepada masyarakat untuk agar tidak melakukan hal-hal yang menjadikan potensi kebakaran di Gunung,” pungkasnya. (*)

0 Komentar