BMKG dan Pemkab Garut Perkuat Mitigasi Gempa Lewat Sekolah Lapang

istimewa
Sekolah Lapang Gempabumi Kabupaten Garut Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. (istimewa)
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Komisi V DPR RI menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Kabupaten Garut 2026 di Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi melalui edukasi, simulasi, dan penguatan sistem mitigasi bencana.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi dukungan BMKG dan Komisi V DPR RI dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Baca Juga:Garut Siap Jadi Tuan Rumah Kejurda FutsalDitinggal Mengaji Oleh Pemilik, Rumah di Margawati Ludes Terbakar

Ia menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap potensi gempa bumi tanpa menimbulkan kepanikan, karena pemerintah terus mengembangkan sistem mitigasi dan peringatan dini.

“Di masyarakat dipahamkan bahwa kita adalah salah satu daerah yang berpotensi menghadapi bencana gempa bumi. Ini dipahamkan, tetapi tidak usah panik berlebihan karena pemerintah sudah menyiapkan Earthquake Early Warning System (EEWS) atau Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi,” ujar Bupati Garut.

Menurutnya, setiap bencana memiliki tanda dan proses yang perlu dipahami. Melalui Sekolah Lapang Gempabumi, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat, mulai dari cara berlindung saat gempa, prosedur evakuasi, hingga menuju assembly point atau titik kumpul yang telah ditetapkan.

Di akhir sambutannya, Syakur menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bentuk ikhtiar nyata dalam menghadapi potensi bencana, sembari tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar, menyebut Sekolah Lapang Gempabumi sebagai langkah konkret untuk memperluas edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Ia memastikan pihaknya terus mendukung penyediaan peralatan pemantauan gempa bumi dan pemasangan EEWS di wilayah-wilayah prioritas.

“Bencana itu tidak ada yang tahu kapan datangnya. Namun, dengan alat yang diupayakan oleh BMKG ini, potensi dampak risiko bencana bisa ditanggulangi sedikit presentasenya. Melalui kegiatan ini, ketika ada pemberitahuan dari sistem, masyarakat sudah tahu bagaimana dia harus menyikapinya,” kata Ade Ginanjar.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa keberhasilan mitigasi gempa memerlukan sinergi antara BMKG dan pemerintah daerah.

Baca Juga:DPRD Garut Desak Gaji PPPK Paruh Waktu Setara dengan UMRSeleksi Persigar U-15 dan U-17 Diserbu 1.200 Pesepak Bola Muda Garut

BMKG bertugas mendeteksi serta menyampaikan informasi peringatan dini, sedangkan pemerintah daerah bersama BPBD menindaklanjuti informasi tersebut agar perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

0 Komentar