GARUT – Antusiasme tinggi ditunjukkan para pesepak bola muda Kabupaten Garut dalam seleksi tim Persigar Garut kelompok usia U-15 dan U-17 yang digelar di Stadion Kanjeng Dalem dan Stadion Jayaraga, Senin (27/7/2026).
Sebanyak 1.200 peserta mengikuti proses penjaringan untuk memperebutkan tempat di skuad Persigar yang akan tampil pada kompetisi resmi sesuai regulasi PSSI.
Seleksi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana. Ia menilai tingginya jumlah peserta menjadi bukti berkembangnya pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Garut.
Baca Juga:Empat Pemuda Digiring ke Mapolres Usai Pesta MirasGarut Siap Kirim 125 Ton Sampah per Hari ke Legok Nangka, Operasional Ditargetkan Akhir 2028
“Saya melihat antusiasme anak-anak Kabupaten Garut luar biasa. Meski nanti hanya dipilih masing-masing 30 pemain, jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 1.200 orang membuktikan bahwa pembinaan atlet muda di Garut sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Asep, geliat pembinaan sepak bola di Garut mulai menunjukkan hasil positif melalui sejumlah capaian prestasi dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satunya ditunjukkan oleh tim sepak bola putri Garut yang berhasil melaju hingga partai final Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) dan meraih posisi runner-up, sehingga memastikan tiket ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat.
“Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini berada di jalur yang benar. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak atlet muda Garut yang mampu berkiprah di tingkat yang lebih tinggi dan mengharumkan nama Kabupaten Garut,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Persigar Garut, Rudy Gunawan mengatakan proses seleksi tahun ini menghadirkan tantangan tersendiri karena tingginya jumlah peserta yang harus disaring untuk mendapatkan pemain terbaik.
“Hari ini kami melaksanakan seleksi U-15 dan U-17. Pesertanya lebih dari 1.200 orang yang dipusatkan di dua lokasi, yakni Stadion Kanjeng Dalem dan Stadion Jayaraga. Ini tentu menjadi pekerjaan yang tidak mudah karena kami harus memilih pemain yang benar-benar layak memperkuat Persigar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Persigar tidak hanya berfokus membentuk tim untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga menyiapkan skuad yang memiliki daya saing di tingkat nasional.
Baca Juga:Dispusipda Jabar Genjot Peningkatan Kemampuan Literasi MasyarakatBINUS Buka Beasiswa hingga 100% untuk Calon Mahasiswa, Dorong Talenta Muda Kreatif Berdampak bagi Indonesia
“Kami berharap bisa memiliki tim yang kuat dan mampu melangkah hingga babak final Piala Soeratin U-15 maupun U-17. Sesuai ketentuan PSSI, setiap tim nantinya hanya beranggotakan maksimal 30 pemain, sehingga proses seleksi harus benar-benar objektif dan menghasilkan pemain terbaik,” tegasnya.
