GARUT – Kabupaten Garut saat ini mulai memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air bersih menjadi perhatian penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Dadan Hidayatullah, memastikan stok air baku di Kabupaten Garut masih dalam kondisi aman.
Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan arahan Bupati Garut agar ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau.
Baca Juga:Ada Nobar di Pendopo Garut, Messi versus Yamal Warnai Final Piala Dunia 2026Liga Askab U-19 Tuntas, Amar Optimistis Garut Cetak Generasi Baru Persigar
“Kami sampaikan bahwa stok air di Garut masih siap. Sesuai arahan Pak Bupati, stok air harus tetap aman,” ujar Dadan.
Ia menyebut, hingga saat ini belum terjadi penurunan debit pada sejumlah mata air yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Intan Garut.
“Kalau untuk mata air yang kami kelola, sampai sekarang tidak ada penurunan debit,” sebutnya.
Dadan menjelaskan, pihaknya juga belum menerima laporan resmi mengenai wilayah yang mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih.
Ia mencontohkan informasi mengenai dugaan kekeringan di Kecamatan Cisompet yang sempat beredar. Setelah dilakukan konfirmasi, kondisi ketersediaan air di wilayah tersebut masih dinyatakan aman.
“Kemarin sempat ada informasi mengenai kekeringan di Cisompet. Setelah dikonfirmasi, ternyata air di sana masih aman,” jelasnya.
Informasi serupa juga sempat muncul dari wilayah Pamalayan setelah kegiatan reses anggota DPRD. Namun, setelah ditelusuri kepada pemerintah desa setempat, kondisi air masih mencukupi.
Baca Juga:Hampir 400 Sekolah di Garut Masih Kekurangan Kepala Sekolah DefinitifTerkendala Lahan, Desa Mekarmukti Kesulitan Bangun Kantor KDMP
“Di Pamalayan juga sempat ada kabar kekurangan air. Setelah dikonfirmasi kepada kepala desa, ternyata kondisinya masih aman. Biasanya kalau benar-benar terjadi kekeringan, pemerintah wilayah akan menghubungi PDAM,” ungkapnya.
Meski kondisi air masih aman, Dadan tetap mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan, terutama selama musim kemarau.
“Gunakan air secukupnya dan sebaik mungkin karena air merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” imbaunya.
Ia menegaskan bahwa air tidak hanya dibutuhkan manusia, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan lahan pertanian, aliran sungai, dan keseimbangan lingkungan.
“Air bukan hanya untuk kebutuhan kita, tetapi juga dibutuhkan untuk mengairi lahan dan menjaga kehidupan di sungai serta lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)
