Posyandu Kini Bukan Hanya Untuk Bumil dan Balita, Remaja Hingga Lansia Bisa Rasakan Manfaatnya

kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Garut, Leli Yuliani,
kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Garut, Leli Yuliani
0 Komentar

GARUT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut terus mendorong optimalisasi pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan primer.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan bahwa kini pelayanan posyandu tidak lagi hanya diperuntukkan bagi ibu hamil (Bumil) dan balita saja. Lebih dari itu, pelayanannya mencakup seluruh siklus hidup, ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa hingga lanjut usia (lansia).

Dengan adanya layanan tersebut di Posyandu, Leli mengaku berharap agar masyarakat dari seluruh kelompok usia memanfaatkan layanan posyandu secara rutin, minimal satu kali setiap bulan.

Baca Juga:Belasan Ribu Wisatawan Berkunjung ke Garut Selama Libur SekolahPLN dan BCA Serahkan USG Portabel, Bantu Garut Tekan AKI dan AKB

“Posyandu sekarang bukan hanya untuk ibu hamil dan balita, tetapi melayani seluruh siklus hidup. Karena itu kami berharap masyarakat dapat hadir ke posyandu minimal sebulan sekali,” kata Leli, kemarin.

Dalam pelaksanaannya, dijelaskan Leli, setiap pelayanan di posyandu telah memiliki standar yang harus dipenuhi. Ia mencontohkan, untuk balita setiap kunjungan wajib disertai pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan.

“Selain itu, balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap akan diberikan imunisasi sesuai jadwal disertai edukasi dan penyuluhan kepada orang tua,” jelasnya.

Akan Rutin Menggelar Sosialisasi

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, ungkap Leli, pihaknya juga secara rutin akan menggelar sosialisasi dan koordinasi bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Pertemuan dengan kecamatan setidaknya akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Hal tersebut menurutnya menjadi penting untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, para kader posyandu juga dipastikan akan mendapatkan pelatihan langsung dari Dinas Kesehatan. Pelatihan dilakukan secara bertahap dengan target setiap kader menguasai 25 kompetensi sesuai standar yang telah ditetapkan.

Masih Banyak Posyandu Belum Penuhi Standar

Meski begitu, Leli mengakui masih terdapat sejumlah posyandu yang belum memenuhi standar sarana dan prasarana. Salah satunya adalah belum tersedianya bangunan permanen milik posyandu.

Baca Juga:Garut Kemarau, PDAM Tirta Intan Pastikan Stok Air Bersih AmanDinsos Garut Perbarui DTSEN agar Bantuan Lebih Tepat Sasaran

Menurutnya, posyandu merupakan bagian dari Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). Oleh karena itu ia menilai bahwa setiap keberadaan fasilitas yang memadai memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat.

0 Komentar