GARUT – Perumda Air Minum Tirta Intan Garut menargetkan jumlah pelanggan mencapai 70 ribu sambungan rumah (SR) pada 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Garut.
Seiring dengan penambahan jumlah pelanggan, Perumda Air Minum Tirta Intan juga memperkuat modernisasi sistem distribusi air melalui kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan.
Baca Juga:Kasus DBD di Garut Turun Tajam, dari 58 Menjadi Tiga Kasus165 Kebakaran Terjadi di Garut hingga 12 Juli 2026, Kerugian Tembus Rp12,16 Miliar
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menekan tingkat kehilangan air akibat kebocoran jaringan maupun sambungan ilegal.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Dadan Hidayatulloh, mengatakan peningkatan jumlah sambungan rumah harus diimbangi dengan sistem distribusi yang lebih efektif dan efisien.
Salah satu fokus utama perusahaan saat ini adalah menurunkan angka non-revenue water (NRW) atau tingkat kehilangan air yang telah diproduksi, tetapi tidak tercatat sebagai pendapatan.
“Target kami pada 2026 adalah mencapai 70 ribu sambungan rumah. Bersamaan dengan itu, kami juga menjalankan program penurunan NRW agar air yang diproduksi tidak terbuang sia-sia akibat kebocoran jaringan maupun sambungan ilegal,” ujar Dadan.
Saat ini, diakui Dadan, tingkat kehilangan air Perumda Air Minum Tirta Intan Garut masih berada di kisaran 33 persen. Sementara itu, pemerintah menargetkan perusahaan air minum di Indonesia mampu menekan tingkat NRW hingga 25 persen.
Untuk mencapai target tersebut, ungkap Dadan, Perumda Air Minum Tirta Intan Garut bekerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dalam penerapan teknologi pengendalian distribusi air.
Sejumlah perangkat pemantau akan dipasang pada titik-titik jaringan distribusi untuk mendeteksi kebocoran secara lebih cepat dan akurat. Teknologi tersebut memungkinkan aliran air dipantau secara waktu nyata atau real time.
Baca Juga:Tim Sepak Bola Putri Garut Jadi Finalis Hydroplus Super League, Bupati Beri Apresiasi Rp15 JutaRisiko Kebakaran di TPA Pasirbajing Meningkat Selama Kemarau, DLH Garut Siapkan Langkah Mitigasi
“Dengan teknologi ini, aliran air dapat dipantau secara real time sehingga potensi kebocoran bisa segera diketahui dan ditangani. Harapannya, kehilangan air dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.
Menurut Dadan, kerja sama internasional tersebut merupakan bagian dari transformasi Perumda Air Minum Tirta Intan menuju pengelolaan air minum yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemerataan akses terhadap air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Garut. (*)
