GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut kembali membuka pendaftaran Program Satu Desa Satu Sarjana untuk Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran ini diperuntukkan bagi desa dan kelurahan yang belum terisi pada pelaksanaan program tahun 2025.
Program tersebut merupakan salah satu janji politik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin dan Putri Karlina, sekaligus menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga ke tingkat desa.
Dari total 442 desa dan kelurahan di Kabupaten Garut, pada pelaksanaan tahun 2025 program ini baru menjangkau 333 desa/kelurahan.
Baca Juga:Kasus DBD di Garut Turun Tajam, dari 58 Menjadi Tiga Kasus165 Kebakaran Terjadi di Garut hingga 12 Juli 2026, Kerugian Tembus Rp12,16 Miliar
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 109 desa/kelurahan yang belum terisi dan menjadi sasaran pada pembukaan pendaftaran tahun ini.
Msyarakat yang Tertaris Segera Mendaftar
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan bahwa pembukaan kembali pendaftaran dilakukan karena proses perkuliahan bagi peserta baru umumnya dimulai pada September.
“Jadi sekarang diumumkan lagi kepada masyarakat supaya masyarakat tertarik dan bisa mendaftarkan diri,” kata Syakur.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya masih terdapat sejumlah desa yang belum dapat mengikuti program karena belum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Ternyata kemarin tidak semua desa memenuhi persyaratannya, sehingga kita buka lagi. Semoga tetap bisa selesai sesuai target dalam waktu empat tahun,” jelas Syakur.
Targetnya Seluruh Desa Terpenuhi
Syakur berharap pembukaan pendaftaran kembali ini dapat melengkapi seluruh desa dan kelurahan yang belum terakomodasi, sehingga target Program Satu Desa Satu Sarjana dapat tercapai sesuai rencana.
“Yang sudah terisi lebih dari 300 desa dan kelurahan. Sekarang kita tambah lagi supaya seluruh target bisa terpenuhi dan program ini selesai tepat pada waktunya,” pungkasnya. (*)
