Angka Kelahiran di Garut Turun, Bupati Syakur Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Ale/Radar Garut)
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa tren pertumbuhan penduduk di Kabupaten Garut menunjukkan perkembangan yang positif dengan adanya penurunan angka kelahiran dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap harus mempersiapkan berbagai aspek pembangunan untuk mengantisipasi kebutuhan penduduk di masa mendatang.

Syakur mengatakan, saat ini jumlah kelahiran di Kabupaten Garut mencapai sekitar 42 ribu jiwa per tahun.

Baca Juga:Kasus DBD di Garut Turun Tajam, dari 58 Menjadi Tiga Kasus165 Kebakaran Terjadi di Garut hingga 12 Juli 2026, Kerugian Tembus Rp12,16 Miliar

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya dan dinilai sebagai hasil dari berbagai upaya pemerintah, khususnya melalui program yang dijalankan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) bersama Dinas Kesehatan.

“Trennya bagus, saya lihat ada penurunan. Terima kasih kepada KB dan Dinas Kesehatan. Ke depan kita berharap kondisi ini semakin bisa terkendali,” kata Syakur.

Menurutnya, pengendalian laju pertumbuhan penduduk merupakan tantangan penting karena berkaitan erat dengan kemampuan pemerintah dalam menyediakan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, hingga lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Karena itu, perencanaan pembangunan harus dilakukan sejak dini agar mampu menjawab kebutuhan penduduk pada masa yang akan datang.

“Yang paling penting adalah kualitas sumber daya manusianya yang baik. Semua harus dirancang dari sekarang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pekerjaan,” ucapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kelahiran di Kabupaten Garut sempat mencapai sekitar 54 ribu kelahiran pada 2018.

Angka tersebut kemudian menurun menjadi sekitar 42 ribu kelahiran pada tahun 2025 atau berkurang sekitar 12 ribu kelahiran.

Baca Juga:Tim Sepak Bola Putri Garut Jadi Finalis Hydroplus Super League, Bupati Beri Apresiasi Rp15 JutaRisiko Kebakaran di TPA Pasirbajing Meningkat Selama Kemarau, DLH Garut Siapkan Langkah Mitigasi

Syakur menilai tren penurunan angka kelahiran tersebut sejalan dengan kondisi yang terjadi di berbagai negara, di mana tingkat kelahiran mulai melambat.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar pembangunan daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Sudah agak pulih, tapi ini memang menjadi tren di hampir semua negara, yaitu adanya penurunan angka kelahiran. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkasnya. (*)

0 Komentar