GARUT – Tingginya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Garut belum sepenuhnya dirasakan oleh destinasi wisata budaya. Candi Cangkuang di Kecamatan Kadungora menjadi salah satu objek wisata yang tingkat kunjungannya dinilai masih relatif rendah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengatakan wisata budaya memang belum menjadi pilihan utama bagi sebagian besar wisatawan yang datang ke Garut.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap Candi Cangkuang dan situs budaya lainnya.
Baca Juga:Sepak Bola Putri U-18 Garut Jadi Runner-up Hydroplus Soccer League All StarTiga Kepala Desa Hasil PAW di Garut Dilantik, 17 Desa Kini Punya Kades Definitif
“Memang harus ada beberapa langkah karena wisata budaya ini masih belum banyak peminatnya,” katanya.
Disparbud Garut saat ini berupaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai nilai sejarah dan kebudayaan yang terdapat di berbagai destinasi. Sosialisasi juga dilakukan agar kunjungan wisata tidak hanya terpusat pada objek wisata alam dan kuliner.
Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan para pengelola situs budaya untuk menyusun strategi promosi dan pengembangan kunjungan.
“Ini yang terus kita sosialisasikan supaya minat terhadap wisata budaya semakin meningkat. Kita juga sedang berkoordinasi dengan pengelola situs-situs yang ada di Kabupaten Garut,” sebutnya.
Pola Kunjungan Wisatawan saat Ini Masih Singkat
Menurut Beni, Kabupaten Garut memiliki banyak situs budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi tujuan wisata. Namun, pola perjalanan wisatawan saat ini masih didominasi kunjungan singkat untuk menikmati kuliner.
Sebagian wisatawan datang pada pagi atau siang hari, kemudian kembali ke daerah asal pada sore maupun malam. Kondisi tersebut membuat lama tinggal wisatawan di Garut masih terbatas.
“Jumlah situs budaya di Kabupaten Garut sangat banyak, tetapi minat wisatawan yang datang masih didominasi wisata kuliner. Rata-rata mereka datang pagi, kemudian sore atau malam sudah pulang lagi,” jelasnya.
Baca Juga:Kandang Ayam di Samarang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 JutaDua Bangunan Semi Permanen di Kadungora Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp15 Juta
Pemerintah daerah bersama pelaku industri pariwisata berupaya menyiapkan alternatif perjalanan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan. Paket kunjungan diharapkan dapat menghubungkan wisata kuliner, alam, dan budaya dalam satu perjalanan.
“Nah, ini yang sedang kita dorong bersama para pelaku pariwisata. Beberapa alternatif kunjungan harus bisa menarik wisatawan agar tinggal lebih lama di Kabupaten Garut,” ungkapnya.
