GARUT – Dua bangunan semi permanen di Kampung Cilageni, RT 04 RW 11, Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, hangus terbakar pada Selasa (14/7/2026) dini hari. Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.26 WIB tersebut menghanguskan dua bangunan masing-masing berukuran 2 x 3 meter dan 2 x 2 meter.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengungkapkan api pertama kali diketahui oleh seorang pekerja pabrik cuanki yang berada di bangunan bagian belakang. Ketika ditemukan, titik api terlihat berasal dari bagian atap.
Khawatir api merambat ke bangunan lain di sekitarnya, pekerja tersebut segera melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan.
Baca Juga:Kasus DBD di Garut Turun Tajam, dari 58 Menjadi Tiga Kasus165 Kebakaran Terjadi di Garut hingga 12 Juli 2026, Kerugian Tembus Rp12,16 Miliar
“Diduga awal kejadian titik api dari atap ditemukan oleh pekerja pabrik cuanki di bangunan belakang. Sontak takut merembet ke bangunan sekitar, si tukang langsung melapor untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya kemarin.
Petugas dari Pos Pemadam Kebakaran Leles, disebut Eko langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas melakukan penanganan untuk memastikan api tidak menyebar ke bangunan lain.
Ia memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kedua bangunan juga diketahui dalam keadaan kosong karena sebelumnya telah diperintahkan untuk dikosongkan dan dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Meski demikian, dijelaskan Eko, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
“Total kerugiannya sekitar Rp15 juta. Bangunan dalam kondisi kosong karena sudah diperintahkan untuk dikosongkan dan dibongkar oleh Satpol PP,” jelasnya.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, menurut Eko, petugas melanjutkan proses pendinginan di sekitar area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api dari material bangunan yang masih menyimpan panas.
“Anggota melakukan penanganan pendinginan di area sekitar lahan yang terbakar dengan menggunakan pola 2A,” lanjutnya.
Baca Juga:Tim Sepak Bola Putri Garut Jadi Finalis Hydroplus Super League, Bupati Beri Apresiasi Rp15 JutaRisiko Kebakaran di TPA Pasirbajing Meningkat Selama Kemarau, DLH Garut Siapkan Langkah Mitigasi
“Seluruh rangkaian pemadaman, pendinginan, dan pembuatan berita acara pemeriksaan telah diselesaikan. Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman,” pungkasnya. (*)
