Rahmawati mempertanyakan adanya siswa dari wilayah yang dinilai lebih jauh, seperti Tarogong dan Karangpawitan, tetapi dapat diterima di sekolah tersebut.
“Pokoknya saya ke sini memperjuangkan anak saya agar bisa bersekolah. Masa anak yang jaraknya jauh bisa masuk, sedangkan rumah saya hanya berjarak 700 meter justru tidak diterima,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak yang berwenang mengenai kuota penerimaan yang telah ditetapkan.
Baca Juga:Relawan MBG Garut Dukung Evaluasi BGN, Desak Kepastian Nasib Program dan DapurKarutan Garut Beri Penguatan kepada Warga Binaan, Tekankan Disiplin dan Perubahan Diri
“Pihak-pihak terkait akan kami ajak berkomunikasi sehingga nantinya calon siswa yang belum terakomodasi bisa mendapatkan solusi. Intinya, dari kami seperti itu,” pungkasnya. (MUHAMMAD RIZKI)
