GARUT – Langit Kelurahan Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, dipenuhi balon udara tradisional dalam kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar untuk memeriahkan Milad ‘Aisyiyah ke-109, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Masjid Al-Fatah Panawuan itu menghadirkan Festival Balon Udara Tradisional sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Sebanyak sembilan balon udara diterbangkan dalam festival tersebut, terdiri atas enam balon udara dewasa dan tiga balon udara anak.
Baca Juga:KAI Daop 2 Bandung Adakan Pengobatan Gratis Dengan Rail Clinic di Stasiun BumiwaluyaSAGARUT: Wajah Baru Transformasi Digital Publik Kabupaten Garut
Selain atraksi balon udara, kegiatan juga diramaikan pentas seni budaya Sunda dan Islami, bazar produk UMKM ‘Aisyiyah, dialog interaktif bersama anggota DPRD Jawa Barat, serta berbagai kegiatan lainnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahab Sihabudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian potensi budaya, seni, dan olahraga yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Karena kami punya tanggung jawab sebagai anggota DPRD untuk mengembangkan semua potensi olahraga, seni yang ada di masyarakat,” kata Ahab.
Menurut Ahab, yang juga menjabat Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemajuan Kebudayaan DPRD Jawa Barat serta Sekretaris Komisi IV DPRD Jawa Barat, masyarakat Panawuan memiliki potensi besar di berbagai bidang, termasuk olahraga yang berkembang di lingkungan Muhammadiyah.
“Itu cabang olahraga yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Dan masyarakat Panawuan ini sangat mendominasi terhadap prestasi-prestasi,” ucapnya.
Ia berharap tradisi menerbangkan balon udara dapat terus dijaga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan warga.
“Kami berharap masyarakat Panawuan tetap guyub dan menjaga tradisi yang baik ini untuk membangun silaturahim dan soliditas masyarakat agar masyarakat semakin berkembang,” ucapnya.
Baca Juga:Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 PersenLayanan Publik BAPPERIDA CIAMIS
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Ahab berharap kegiatan serupa mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat melalui meningkatnya aktivitas pelaku usaha lokal.
“Dan kami mohon semuanya ini harus berdampak terhadap semua sisi kehidupan termasuk juga ekonomi. Sehingga dengan adanya budaya, seni, olahraga ini meningkatkan ekonomi juga masyarakat dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Festival Balon Udara Tradisional tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pelestarian budaya, penguatan silaturahmi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut.(*)
