GARUT – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sahabat Berkah Tani terlibat dalam pembangunan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Dano, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperlancar distribusi air ke lahan pertanian.
Jaringan irigasi yang dikerjakan diperkirakan dapat melayani hampir 20 hektare areal pertanian di Desa Dano serta menjangkau sebagian wilayah Desa Lembang dan Jangkurang.
Ketua Kelompok Sahabat Berkah Tani, Adetia Pujiansah Ali mengatakan bahwa mayoritas anggotanya merupakan pemuda desa yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.
Baca Juga:Lola Nelria Oktavia Salurkan Ribuan Beasiswa PIP untuk Pelajar di Garut dan TasikmalayaBerbagi Kebaikan di Awal Tahun Hijriyah, PNM Garut Salurkan Santunan bagi Yatim dan Dhuafa
Ia memastikan bahwa para anggota terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari menyusun rencana, melaksanakan pekerjaan, hingga mengawasi pembangunan. Keterlibatan tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap keberlangsungan pertanian di wilayahnya.
Adetia mengatakan bahwa manfaat program tidak hanya dilihat dari tersedianya saluran air. Pembangunan juga menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama antara pemuda, petani, dan masyarakat.
“P3TGAI bukan hanya membangun saluran irigasi, tetapi juga membangun semangat kebersamaan masyarakat dan kepedulian pemuda terhadap kemajuan pertanian desa. Kami berharap saluran ini mampu meningkatkan hasil panen serta kesejahteraan para petani,” kata Adetia, Jumat (3/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa proses pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan warga sekitar. Menurutnya, pola tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi langsung sekaligus membuka lapangan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
“Dengan begitu manfaat program tidak hanya dirasakan setelah saluran irigasi selesai dibangun. Perputaran ekonomi juga muncul selama pengerjaan karena tenaga kerja lokal mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.
Selama ini, ungkap Adetia, ketersediaan dan kelancaran pasokan air menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan pertanian. Perbaikan jaringan irigasi diharapkan membantu petani memperoleh distribusi air yang lebih merata dan berkelanjutan.
“Akses pengairan yang lebih baik juga diproyeksikan mendukung intensitas tanam, menjaga produktivitas lahan, dan mengurangi kendala petani dalam memenuhi kebutuhan air. Dalam jangka panjang, hasil tersebut diharapkan ikut meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat tani,” ungkapnya.
