RADARGARUT– Beberapa hari terakhir, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat merasakan penurunan suhu udara yang cukup signifikan, terutama pada dini hari hingga pagi hari.
Udara terasa lebih sejuk dan dingin dibandingkan biasanya, bahkan hingga membuat sebagian orang merasa perlu menggunakan jaket atau selimut tebal saat bangun tidur.
Fenomena ini bukanlah hal yang aneh, melainkan salah satu ciri khas dari musim kemarau yang kini semakin meluas di Indonesia bagian selatan.
Baca Juga:Indonesia Masuk Zona Merah Industri Dampak Rupiah Loyo dan Rendahnya Daya BeliIHSG Perlahan Menguat Setelah Anjlok Akhir Juni 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal masyarakat dengan istilah “bediding”. Bediding merujuk pada cuaca dingin yang lebih terasa pada malam hingga menjelang pagi hari. Fenomena ini paling sering terjadi di wilayah dataran tinggi dan pegunungan, di mana suhu udara bisa turun drastis.
Mengapa Cuaca Menjadi Lebih Dingin?
Menurut BMKG, penyebab utama adalah pengaruh Monsun Australia. Pada musim kemarau, Monsun Australia membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah Indonesia.
Udara kering ini menyebabkan pembentukan awan berkurang drastis, sehingga langit cenderung cerah sepanjang hari, terutama pada malam hari.
Ketika langit cerah tanpa tutupan awan, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari akan lebih cepat dilepaskan ke atmosfer saat malam tiba.
Akibatnya, suhu udara turun lebih rendah dibandingkan pada musim hujan, di mana awan tebal biasanya menahan radiasi panas tersebut. Minimnya tutupan awan juga mempercepat proses pendinginan radiasi dari permukaan tanah.
Fenomena ini normal dan hampir terjadi setiap tahun selama musim kemarau berlangsung. Selama Monsun Australia masih mendominasi, kondisi bediding diperkirakan akan terus dirasakan di banyak daerah, terutama di kawasan pegunungan.
Berdasarkan pengamatan stasiun cuaca otomatis BMKG, beberapa wilayah di Jawa Timur mencatat suhu minimum yang cukup rendah dalam beberapa hari terakhir:
Baca Juga:Ramalan Zodiak Hari Ini: Siap-Siap Rezeki Berlimpah!Waspada Modus Penipuan Online Baru Lewat Drama China, OJK Catat Ribuan Pengaduan
AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo: 5,1°C (sangat dingin, khas dataran tinggi gunung)
Stageof Pasuruan (Tretes): 14,0°C
Lanud Abd Saleh, Kabupaten Malang: 14,6°C
AWS Bondowoso: 15,9°C
AWS Karangan, Kabupaten Trenggalek: 16,0°C
Suhu serendah ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh musim kemarau di wilayah-wilayah tersebut. Di dataran rendah, penurunan suhu mungkin tidak sedrastis itu, tetapi tetap terasa lebih dingin pada pagi hari.
