Safari Literasi di Sumedang Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Hadapi Tantangan Era Digital

istimewa
Safari Literasi di Sumedang Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Hadapi Tantangan Era Digital
0 Komentar

Ia menegaskan, keluarga memiliki peran utama dalam mendampingi anak menggunakan perangkat digital. Literasi, lanjutnya, kini mencakup kemampuan memahami informasi secara utuh, mengevaluasi kebenarannya, hingga membangun pola pikir yang kritis.

“Literasi bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah. Semua pihak harus terlibat agar anak-anak memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa. Ia mengajak para orang tua untuk mulai membiasakan budaya membaca sejak anak masih berusia dini agar tumbuh menjadi kebiasaan hingga dewasa.

Baca Juga:Menjaga Dapur Tetap Ngepul: Mengapa Audit BGN Tak Harus Mengorbankan Makan Bergizi Gratis?PNM Resmikan Ruang Pintar Karangpawitan untuk Anak-Anak Garut

“Menguatkan literasi pada anak harus dimulai sejak dini. Karena ketika sudah dewasa akan lebih sulit membentuk kebiasaan itu. Meski demikian, tidak ada kata terlambat untuk mulai membangun budaya literasi,” kata Hari.

Menurut Hari, tantangan terbesar saat ini bukan lagi keterbatasan memperoleh informasi, melainkan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan informasi secara benar. Oleh karena itu, penggunaan teknologi perlu dibarengi dengan pendampingan yang konsisten dari orang tua.

Ia berharap Safari Literasi mampu melahirkan gerakan yang berkelanjutan, sehingga budaya membaca dan kemampuan berliterasi tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi seluruh unsur pentahelix, budaya literasi diharapkan semakin mengakar dan mampu menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan di era digital. (*)

0 Komentar