Lalu Hadrian Irfani menyatakan bahwa munculnya aksi-aksi dukungan ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat jika program MBG dihentikan atau dikurangi cakupannya.
“Saya melihat ada fenomena kekhawatiran jika program MBG ini dihentikan atau selesai. Bagi daerah-daerah selain di kota-kota besar, MBG ini memang sangat dibutuhkan,” imbuhnya.
Di tengah polemik ini, DPR RI melalui Komisi X mendorong agar semua pihak tetap menjaga ketertiban dan fokus pada tujuan utama pendidikan. Proses belajar-mengajar di sekolah harus tetap menjadi prioritas, sementara aspirasi masyarakat dapat disalurkan secara konstruktif melalui mekanisme resmi.
Baca Juga:Sejumlah Relawan SPPG Akui Tercekik Masalah Ekonomi Akibat Pemberhentian Sementara MBGPelaku Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan Taufik Hidayat Ditangkap di Majalaya
Program MBG ke depan diharapkan dapat terus berjalan dengan perbaikan tata kelola yang lebih baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata tanpa menimbulkan distorsi pada dunia pendidikan.
Masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama agar program yang mulia ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi fondasi jangka panjang bagi generasi emas Indonesia yang lebih sehat dan berprestasi.
