GARUT – Menjelang libur sekolah, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus melakukan persiapan di sejumlah destinasi wisata.
Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan wisatawan yang berkunjung ke Garut merasa aman dan nyaman selama menghabiskan waktu liburan.
Kepala Disparbud Garut, Beni Yoga Gunasantika mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan petugas kebersihan di lapangan, terutama di kawasan objek wisata. Langkah ini dilakukan agar destinasi wisata tetap terjaga dan semakin menarik bagi pengunjung.
Baca Juga:Disperindag ESDM Bertahap Revitalisasi Sejumlah Pasar di Garut420 Warga Garut Ikuti Pelatihan Vokasi Agroforestry, Disiapkan Jadi Tenaga Kerja dan Wirausahawan
“Mudah-mudahan ini kita push terus dan kita juga ada beberapa agenda di musim libur sekolah sekarang, ini bisa menarik kunjungan wisatawan di Kabupaten Garut,” katanya.
Beni menyebut, Disparbud juga telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan pelayanan kepada wisatawan selama masa libur sekolah.
“Termasuk kemarin dengan PHRI kita sudah beberapa kali pertemuan untuk memberikan pelayanan segala macam, nah intinya persiapan untuk menghadapi hari libur,” sebutnya.
Dijelaskan Beni, sejumlah destinasi wisata diprediksi akan ramai dikunjungi wisatawan. Beberapa di antaranya yakni kawasan Garut Selatan, Situ Bagendit, Candi Cangkuang, serta objek wisata edukasi lainnya.
“Ya salah satunya memang kelihatannya kalau dilihat dari referensi masih selatan ya, selatan masih banyak diminati, nah terus destinasi-destinasi kita lah, edukasi termasuk wisata Bagendit dengan Cangkuang,” jelasnya.
Meski demikian, Beni mengakui tahun ini belum ada rencana pembenahan fisik terhadap objek wisata karena keterbatasan anggaran. Fokus Disparbud saat ini lebih diarahkan pada kesiapan sumber daya manusia dan kebersihan di kawasan wisata.
“Kalau pembenahan belum, belum ada pembenahan secara fisik ya, karena memang kondisi anggaran kita juga terbatas. Nah, tapi lebih ke penyiapan SDM, penyiapan kebersihan gitu-gitu,” pungkasnya. (*)
