Prabowo Sebut NU Pilar Stabilitas Bangsa, Apresiasi Peran Ulama di Tengah Masyarakat

istimewa
Prabowo Sebut NU Pilar Stabilitas Bangsa, Apresiasi Peran Ulama di Tengah Masyarakat
0 Komentar

BANGKALAN – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghargaan kepada Nahdlatul Ulama (NU) atas kontribusinya dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Menurutnya, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut selalu hadir dan mengambil peran penting ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Di hadapan para ulama, kiai, dan peserta Munas, Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan sekaligus dukungan yang selama ini diberikan keluarga besar NU terhadap perjalanan bangsa.

Baca Juga:Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai 1 Juli 2026Perkuat Deteksi Dini, Rutan Garut Intensifkan Kontrol Sarana Prasarana dan Pengawasan Keamanan

“Saya terima kasih saya diundang dan terima kasih atas dukungan keluarga besar NU. Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit,” ungkap Prabowo dikutip dari disway.

Prabowo menilai bahwa keberadaan NU selama ini tidak hanya berfungsi sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga ketenteraman sosial dan memperkuat persatuan nasional.

Menurutnya, NU menjadi salah satu elemen yang mampu menjaga suasana tetap kondusif di tengah berbagai dinamika yang dihadapi bangsa. “Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti kedekatan para kiai dan ulama dengan masyarakat. Ia menilai para tokoh agama memiliki pemahaman yang mendalam terhadap kehidupan rakyat karena berinteraksi langsung dengan masyarakat sehari-hari, terutama di wilayah pedesaan.

“Para kiai dan para ulama adalah tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat, apalagi dengan rakyat di pedesaan. Karena itu para kiai dan para ulama paham, mengerti apa yang dirasakan rakyat,” tuturnya.

Menurut Prabowo, kedekatan dengan masyarakat tidak hanya dimiliki para ulama. Aparat negara seperti TNI dan Polri juga memiliki hubungan yang erat dengan rakyat karena berasal dari latar belakang masyarakat yang sama.

“Karena itu ada suatu perkembangan alamiah karena tentara pejuang, polisi dan aparat juga berasal dari rakyat,” katanya.

0 Komentar