Perkuat Deteksi Dini, Rutan Garut Intensifkan Kontrol Sarana Prasarana dan Pengawasan Keamanan

istimewa
Perkuat Deteksi Dini, Rutan Garut Intensifkan Kontrol Sarana Prasarana dan Pengawasan Keamanan
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus memperkuat upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban melalui kegiatan kontrol sarana prasarana serta pemeriksaan kondisi keamanan di lingkungan rutan, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Afif Adnan Zuhair bersama Kepala Regu Pengamanan, staf pengamanan, dan jajaran pengelolaan Rutan Garut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai fasilitas penunjang keamanan guna memastikan seluruh sarana berfungsi optimal dan siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Selain memeriksa sarana pengamanan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan, area hunian warga binaan, tembok pengamanan, hingga sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi deteksi dini untuk mencegah munculnya gangguan keamanan maupun pelanggaran tata tertib di dalam rutan.

Baca Juga:Ketua Komisi IV DPR RI Puji Nusakambangan yang Kini Jadi Kawasan Produktif dan Penopang Ketahanan PanganHotel Harmoni Garut Hadirkan Paket Liburan Sekolah, Anak Bisa Membatik hingga Hiking

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa penguatan deteksi dini merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

“Setiap potensi kerawanan harus menjadi perhatian bersama. Kami terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kontrol, serta memastikan seluruh petugas memahami pentingnya deteksi dini dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Garut,” kata Ismail.

Menurut Ismail, kegiatan kontrol tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan dan fasilitas, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu pelaksanaan pembinaan warga binaan.

Ia menegaskan bahwa seluruh petugas harus memiliki kepekaan terhadap perkembangan situasi di lapangan dan mampu mengidentifikasi berbagai modus yang mungkin digunakan untuk menyelundupkan barang terlarang ke dalam rutan.

“Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan di dalam area hunian. Lingkungan sekitar rutan juga harus menjadi perhatian. Modus penyelundupan terus berkembang sehingga petugas harus lebih waspada dan tidak boleh lengah sedikit pun,” tegasnya.

Ismail menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan yang berjalan agar setiap potensi kelemahan dapat segera diperbaiki. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan rutan merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran, mulai dari petugas pengamanan hingga unsur pendukung lainnya.

0 Komentar