Mahasiswa UGM hari ini menuntut solusi konkret atas kemiskinan struktural, ketimpangan agraria, dan kebijakan ekonomi yang dirasa tidak pro-rakyat. Sementara itu, Budiman dan rekan-rekannya mencoba menjelaskan program pemerintah, tetapi dialog tak kunjung menemui titik temu.
Kejadian ricuh di UGM ini bukan hanya soal satu orang atau satu acara. Ini menjadi cerminan ketegangan antara generasi muda yang haus perubahan dengan pejabat yang dianggap telah “berubah haluan”.
Bagi Budiman, kembali ke UGM mungkin membawa nostalgia, tapi kini disambut dengan protes keras.
Baca Juga:Sudah Terlanjur Dibayar, BGN Komitmen Maksimalkan Motor Listrik Kepala SPPGAkibat Bentrok Dengan Polisi, 4 Mahasiswa Pendemo Dilarikan Ke Rumah Sakit
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Budiman Sudjatmiko terkait insiden tersebut. Namun, peristiwa ini telah menjadi pembicaraan nasional, mengingatkan kita bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga arena kritik dan perubahan sosial yang terus hidup.
UGM, sebagai kampus raksasa intelektual Indonesia, kembali membuktikan bahwa suara mahasiswa tak pernah bisa dibungkam begitu saja.(*)
