Presiden Republik Federal Jerman Lakukan Kunjungan Ke Indonesia

(Disways)
Presiden Republik Federal Jerman (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Dalam langkah diplomasi yang dinanti-nantikan, Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Indonesia untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara hari ini.

Kunjungan ini menjadi yang pertama kalinya bagi Steinmeier sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden RI, menandai babak baru dalam hubungan bilateral antara dua negara demokrasi besar.

Menurut Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, kunjungan ini membawa pesan kuat, Jerman siap menjadi mitra jangka panjang yang andal bagi Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

Baca Juga:Timnas U-19 Raih Medali Perunggu di Ajang Piala AFF U-19 2026 Setelah Unggul 1-0 dari KambojaMUI Tetap Dukung MBG Meskipun Programnya Didemo Masyarakat: Sebut Punya Tujuan Mulia

“Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia,” tegas Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman pada Minggu, 14 Juni 2026.

Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan cerminan komitmen Berlin untuk mendukung agenda pembangunan Indonesia ke depan.

Delegasi Jerman yang menyertai Steinmeier sangat beragam dan berkualitas tinggi. Selain pejabat pemerintahan, rombongan mencakup para pelaku bisnis dari sektor logistik, mobilitas tenaga kerja, digitalisasi, hingga industri permesinan.

Tak ketinggalan, perwakilan dari kalangan budaya, ilmuwan, dan akademisi turut hadir. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif dan berorientasi pada hasil konkret.

Agenda utama pertemuan di Istana Negara mencakup penguatan kerja sama di berbagai bidang strategis seperti ekonomi, energi terbarukan, perubahan iklim, perekrutan tenaga kerja terampil (skilled labor), serta pertukaran kebudayaan.

Kedua pemimpin juga dijadwalkan menegaskan sikap bersama dalam mendukung demokrasi, tatanan internasional berbasis aturan (rules-based order), serta keterlibatan multilateral yang lebih kuat di kawasan Indo-Pasifik.

Hal ini sangat relevan mengingat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan kekuatan ekonomi yang sedang tumbuh pesat di Asia Tenggara.

Baca Juga:Sebagian SPPG Kadungora Berhenti Beroperasi Akibat Macetnya Dana AnggaranWaspada Hujan Deras! BMKG Himbau Masyarakat Waspada Hari Ini

Sebelum atau setelah pertemuan bilateral, Presiden Steinmeier akan melaksanakan kunjungan simbolis yang sarat makna. Ia dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Imam Besar Masjid Istiqlal.

Dari sana, ia akan berjalan menyusuri Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan masjid tersebut dengan Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan ini menjadi simbol toleransi beragama dan harmoni antarumat beragama yang menjadi salah satu kekuatan Indonesia di mata dunia internasional.

0 Komentar