GARUT – Hamparan sawah di Kampung Sukamandi, Desa Sukamukti, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat (12/6/2026). Puluhan petani bersama petugas pertanian turun langsung ke area persawahan untuk melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan berbagai unsur mulai dari Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawening, perangkat Desa Sukamukti, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Muara Mukti, hingga masyarakat petani setempat.
Baca Juga:Bupati Garut Pantau Langsung Tes Fisik Atlet Porprov 2026 di SOR AdiwijayaPastikan Hak Dasar Terpenuhi, Rutan Garut Bagikan Perlengkapan Mandi kepada Warga Binaan
Mereka menyisir area persawahan yang diduga menjadi sarang tikus sekaligus melakukan pengendalian secara langsung terhadap hama yang selama ini menjadi ancaman serius bagi tanaman padi.
Serangan tikus dinilai menjadi salah satu persoalan utama yang kerap menyebabkan kerusakan tanaman hingga menurunkan hasil panen petani.
Kapolsek Sukawening, AKP Budiman Suhardiana mengatakan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian.
“Gerakan Pengendalian Hama Tikus ini merupakan bentuk sinergitas yang sangat baik antara petani, pemerintah desa, BPP, POPT dan seluruh unsur yang peduli terhadap keberlangsungan pertanian. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga hasil pertanian agar tetap optimal dan mampu mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Budiman.
Menurutnya, pengendalian hama tikus tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri karena hama dapat berpindah dan berkembang biak di lahan lain apabila penanganannya tidak dilakukan serentak.
Karena itu, gerakan pengendalian terpadu seperti Gerdal dinilai menjadi langkah efektif untuk menekan populasi hama sekaligus meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penanganan kolektif.
Selain melakukan pembasmian, dijelaskan Budiman, petugas POPT dan penyuluh pertanian juga memberikan edukasi kepada petani mengenai pola pengendalian yang tepat dan ramah lingkungan.
Baca Juga:Rutan Garut Lakukan Razia Dadakan, Handphone dan Narkoba NihilPersigar Tahan Imbang Persikoba, Peluang Lolos 16 Besar Liga 4 Masih Terbuka
Petani diberikan pemahaman terkait cara mengenali gejala serangan hama, teknik pengendalian berkelanjutan, hingga langkah pencegahan agar populasi tikus tidak kembali meningkat.
Budiman menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan program strategis nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat desa dan kelompok tani.
