GARUT – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan, Rutan Kelas IIB Garut melaksanakan razia dadakan di sejumlah kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (11/6/2026).
Kegiatan razia tersebut dilakukan oleh jajaran pengamanan Rutan Garut yang terdiri dari Plh. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), dua orang staf KPR, serta Regu Pengamanan 3 dan 4. Sebelum pelaksanaan razia, seluruh petugas terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Plh. Kepala KPR selaku Pembina Kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Plh. Kepala KPR menekankan agar seluruh petugas melaksanakan razia secara persuasif, humanis, dan tetap mengedepankan standar operasional prosedur yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Baca Juga:Persigar Tahan Imbang Persikoba, Peluang Lolos 16 Besar Liga 4 Masih TerbukaDiduga Bobol Rumah dan Warung di Cibalong, Seorang Pemuda Diamankan Polisi
Adapun sasaran razia kali ini meliputi kamar hunian A3, A6, B3, dan B4. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebagai bagian dari langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus upaya preventif untuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di dalam rutan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian. Barang-barang tersebut di antaranya 16 buah sikat gigi, 3 buah pulpen, 9 buah alat cukur kumis, 3 buah korek api gas, 6 buah paku, 7 buah sekrup, 3 buah tali celana, 1 buah kaca cermin, serta 1 buah kaleng.
Meski menemukan sejumlah barang terlarang, hasil razia menunjukkan tidak ditemukan handphone maupun narkoba di kamar hunian warga binaan. Hasil tersebut menjadi indikator bahwa pengawasan dan pengendalian yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di Rutan Garut berjalan dengan baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail menegaskan bahwa razia dadakan merupakan bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan kondusif.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
“Razia dadakan ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Garut. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada peredaran handphone ilegal, narkoba, maupun barang-barang lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam rutan,” ujar Ismail.
