Ia menyebutkan, dari total 166 Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan sekitar 11 bulan, sebanyak 59 sekolah telah memperoleh akreditasi.
“Dari 59 itu, menyusul 37 Sekolah Rakyat rintisan sudah dilakukan visitasi dan insya Allah dalam waktu dekat juga nanti bisa keluar juga, menyusul 70 SR lainnya yang sedang juga dalam proses penjadwalan teman-teman BAN-PDM untuk melakukan proses visitasi di lapangan,” kata Robben Rico.
Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 93 lokasi yang membutuhkan tambahan sumber daya manusia, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan.
Baca Juga:3 Wartawan Gadungan Ditetapkan Tersangka, Polisi Sita Airsoft GunLuhut Sebut Penyaluran Bansos Akan Beralih ke Transfer Tunai Berbasis AI
Robben menjelaskan, sebanyak 166 kepala sekolah dari Sekolah Rakyat rintisan akan tetap dipertahankan. Namun, masih dibutuhkan tambahan 33 kepala sekolah baru untuk mengisi lokasi Sekolah Rakyat permanen yang belum memiliki sekolah rintisan sebelumnya.
“Hari ini kita minta ada 99 kandidat di masing-masing lokasi nanti, ada 3 calon usulan dari pemerintah daerah, kepala sekolahnya yang diajukan kepada kita, untuk nanti kita seleksi seperti tahun lalu,” ujar Robben.
Di sisi lain, proses rekrutmen tenaga kependidikan dan guru juga sedang berlangsung. Kemensos mencatat kebutuhan mencapai 5.127 tenaga kependidikan, 3.053 guru mata pelajaran dan kelas, serta 331 guru agama.
“Hari ini sedang proses pendaftaran, dan nanti statusnya adalah P3K untuk penggajian dan kawan-kawannya, nanti masuk menjadi pegawai dari Kementerian Sosial,” pungkasnya.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kemensos, di antaranya Plt Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, dan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin. (*)
