Tiga Konsep Konten yang Banyak Dibaca
Menurut Yori, ada tiga pendekatan sederhana yang dapat digunakan untuk membuat konten yang berpotensi memperoleh banyak impresi.
1. Mengangkat Sisi Emosional Pembaca
Salah satu utas yang pernah viral adalah kisah perkenalannya dengan sang istri melalui aplikasi kencan. Cerita tersebut kemudian ia kemas kembali dalam bentuk utas.
Ia juga pernah mengubah pengalaman saat kehujanan dan berteduh di bawah kolong menjadi sebuah cerita yang menarik perhatian pengguna.
Baca Juga:Miris! Aliran Kali Baru Bojonggede Tertutup Tumpukan Sampah Tepat di Momen Hari Lingkungan Hidup SeduniaLaga Indonesia vs Oman Dikawal 1.400 Personel, Suporter Diimbau Tertib
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa bawa keluarga di Qatar,” ujarnya.
Konten seperti ini dinilai mampu membangun kedekatan emosional sehingga pembaca terdorong untuk berinteraksi dan memberikan respons.
2. Menyajikan Informasi yang Bermanfaat
Selain cerita pribadi, Yori juga kerap membagikan informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, termasuk pengalaman bekerja di Albania dan Qatar.
Menurutnya, informasi seputar pekerjaan memiliki daya tarik tinggi di kalangan pengguna X, terutama bagi mereka yang sedang mencari peluang kerja atau ingin mengetahui pengalaman bekerja di luar negeri.
3. Membangun Rasa Penasaran
Konsep lain yang sering digunakan adalah membuat konten yang memancing rasa ingin tahu pembaca.
Salah satu contohnya ketika ia membuat utas mengenai temannya yang sukses menjalankan bisnis afiliasi.
Dalam utas tersebut, ia menjelaskan strategi quantity over quality yang diterapkan sehingga memicu banyak tanggapan dari pengguna lain.
Baca Juga:Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi SolidPria ODGJ Mengamuk Bawa Golok, Warga Terluka Saat Belanja Sayur
Selain itu, berbagai topik yang pernah ia bagikan mulai dari obrolan dengan istri, pengalaman membeli ponsel bekas, opini terhadap isu yang sedang ramai, hingga informasi lowongan pekerjaan, pada dasarnya memiliki pola yang sama, yakni bercerita dan berbagi pengalaman.
Di akhir unggahannya, Yori menyimpulkan bahwa kunci utama membuat konten di X adalah kemampuan bercerita.
Menurutnya, cara tersebut tidak terlalu sulit dilakukan, terutama bagi mereka yang gemar membaca dan mencari ide dari berbagai pengalaman sehari-hari.
Ia menilai peluang mendapatkan penghasilan dari media sosial X cukup terbuka, selama kreator memahami pola konten yang diminati pengguna dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.(*)
