Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Solid

(Freepik/radargarut.id)
Kurs dolar (Freepik/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT – Pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Disway, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini terus melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait untuk menyikapi gejolak pasar keuangan global yang berdampak pada pergerakan rupiah.

“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” ujar Pras Kamis, 4 Juni 2026.

Baca Juga:Pria ODGJ Mengamuk Bawa Golok, Warga Terluka Saat Belanja SayurTaklukkan Wakil China, Sabar/Reza Amankan Tiket Delapan Besar

Menurut Prasetyo, meskipun nilai tukar rupiah tengah mengalami tekanan, kondisi ekonomi nasional secara fundamental masih berada dalam posisi yang kuat.

Ia menilai keyakinan tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi yang tetap menunjukkan kondisi positif.

“Tapi yang bisa kami sampaikan adalah bahwa kami harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi,” jelas Prasetyo.

Selain pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga, tingkat inflasi juga dinilai tetap berada dalam batas yang terkendali.

“Kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ungkapnya.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 tercatat melemah 0,35 persen hingga berada di level Rp18.028 per dolar AS.

Posisi tersebut menjadi titik terendah rupiah sejak pertama kali diperdagangkan di pasar keuangan.

Baca Juga:BGN Bantah Isu Penghentian Dana SPPG, Program MBG Tetap BerjalanTerbukti Korupsi, Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara

Pelemahan rupiah juga diikuti tekanan di pasar modal. Hingga pukul 09.30 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 3,02 persen ke level 5.760,33.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 547 saham mengalami penurunan, 88 saham menguat, sedangkan 321 saham lainnya bergerak stagnan.

Sementara itu, aktivitas perdagangan mencapai 397,9 ribu transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 5,23 miliar saham. Nilai transaksi yang tercatat pada periode tersebut mencapai Rp3,38 triliun.(*)

0 Komentar