RADARGARUT– Hari Raya Idul Adha 2026 sebentar lagi tiba dan menjadi salah satu momen paling sakral bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menyembelih hewan kurban, salah satu ibadah utama yang wajib dipersiapkan adalah Salat Idul Adha.
Shalat sunnah muakkadah ini tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan rasa kebersamaan antar sesama Muslim.
Menurut penjelasan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), salat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Pelaksanaannya biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, lapangan terbuka, atau musholla dengan penuh khidmat.
Baca Juga:Persib Resmi Masuki Era Baru, Igor Tolic Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala Gantikan Bojan HodakHarga Emas Hari Ini Kompak Naik, Antam Tembus Rp2,9 Juta per Gram
Shalat ini memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan salat sunnah lainnya, terutama pada jumlah takbir tambahan yang menjadi ciri khasnya.
Waktu Terbaik Melaksanakan Salat Idul AdhaSalat Idul Adha dapat dilaksanakan mulai dari matahari terbit setinggi tombak atau sekitar 15-20 menit setelah terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur.
Para ulama sangat menganjurkan untuk melaksanakannya lebih awal agar umat Muslim memiliki waktu yang cukup untuk melanjutkan ibadah kurban. Di Indonesia, waktu pelaksanaan biasanya dimulai pukul 06.30 sampai 07.30 pagi, tergantung wilayah masing-masing.
Bacaan Niat Salat Idul Adha
Sebelum memulai salat, setiap jemaah diwajibkan membaca niat dalam hati. Berikut bacaan niatnya:
Niat sebagai Makmum:”Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala.”
Niat sebagai Imam:”Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala.”Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
7 Tata Cara Salat Idul Adha Secara Lengkap
Berikut adalah urutan tata cara salat Idul Adha yang terdiri dari dua rakaat:
- Takbiratul Ihram
- Membaca niat kemudian mengangkat tangan sambil bertakbir “Allahu Akbar”, lalu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
- Takbir Tambahan 7 Kali (Rakaat Pertama)
- Setelah takbiratul ihram, lakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir, disunnahkan membaca: “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.”
- Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek
- Disunnahkan membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama.
- Ruku’, I’tidal, dan Sujud
- Lanjutkan seperti salat biasa hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.
- Takbir Tambahan 5 Kali (Rakaat Kedua)
- Lakukan takbir tambahan sebanyak lima kali dengan dzikir yang sama.
- Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek
- Pada rakaat kedua, disunnahkan membaca surat Al-Ghasyiyah.
- Tasyahud Akhir dan Salam
- Selesaikan salat dengan tasyahud akhir dan salam ke kanan dan kiri.
