“Nah ada juga kejadiannya orang tua yang makan MBG anaknya, orangtuanya juga mengalami keluhan yang sama, mules, puyeng, demam, diare,” ungkapnya.
Kekhawatiran warga pun meningkat. Pada pembagian MBG hari berikutnya, sejumlah warga dan pihak sekolah disebut menolak menerima makanan tersebut karena takut keluhan itu terulang kembali.
“Nah hari ini pembagian MBG dari SPPG itu ditolak oleh warga karena ada rasa takut kalau keluhan yang sama ini berasal dari makanan yang dibagikan dari MBG. Jadi ada ketakutan, makanya warga sini menolak, karena belum jelas sumbernya,” ujarnya.
Baca Juga:Keponakan Terduga Pelaku Perusakan Bantah Sejumlah TuduhanOknum Polisi Ngamuk Bawa Sajam, Ade Ginanjar Sebut Pelaku Sudah Sering Bikin Resah Warga Pameungpeuk
Usep bahkan menyebut anaknya sempat mengalami kejang hingga pingsan akibat demam tinggi.
“Anak saya mah malah sampai pingsan malem-malem, karena demam tinggi jadinya kejang-kejang lalu pingsan,” katanya.
Ia menambahkan, kasus seperti ini tidak hanya terjadi di SDN 2 Hegarsari, namun juga dilaporkan terjadi di sekolah lain.
“Dan bukan hanya SD Hegarsari 2 saja, tapi SD 4 Naringgul juga ada, dan ini dari dapur yang sama,” tambahnya.
Menurut informasi yang diterimanya, dapur penyedia MBG tersebut berasal dari wilayah Haur Kuning. Namun ia mengaku tidak mengetahui pasti nama SPPG yang memasok makanan tersebut.
“Lokasi dan nama SPPG-nya saya kurang tahu, tapi dari daerah Haurkuning,” ucapnya.
Meski demikian, Usep menegaskan dirinya belum dapat memastikan sumber pasti penyebab keluhan massal tersebut.
Baca Juga:Energi Panas Bumi Pasirwangi Didorong Jadi Penguat Ketahanan EnergiPatroli Digencarkan, Balapan Liar di Garut Masih Jadi Ancaman
“Saya juga gak bisa memastikan bahwa ini penyebabnya dari mana atau dari makanan MBG. Cuman karena kejadiannya sama dengan murid yang lain, dari posyandu juga, jadi kami menolak menerima MBG gitu,” katanya.
Ia mengaku, laporan warga yang mengalami gejala serupa terus bertambah hingga malam hari.
“Dan kejadian ini malah semakin malam, semakin banyak yang mengeluh dengan keluhan yang sama. Dari RW sebelah pun saya dapat informasi sampai bulak-balik membawa pasien dengan keluhan yang sama itu sampai malam,” ujarnya.
Sementara itu, sampel makanan MBG disebut telah dibawa oleh pihak kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut. Menu makanan yang dibagikan saat itu terdiri dari telur rebus, kari ayam, semangka, dan susu.
