Diduga Keracunan MBG, Puluhan Warga dan Siswa di Kadungora Garut Alami Demam, Diare hingga Kejang

Rizki/Radar Garut
puluhan siswa SDN 2 Hegarsari Kadungora diduga keracunan MBG. (Rizki/Radar Garut)
0 Komentar

“Sampel menu MBG-nya malah sudah dibawa sama polisi. Menunya telur rebus yang katanya telurnya agak bau dan dicampur dengan kari ayam, lalu semangka, dan susu,” kata Usep.

Ia mengaku anaknya tidak menaruh curiga terhadap makanan tersebut dan langsung mengonsumsinya.

“Anak saya juga gak ada kecurigaan, langsung saja dimakan. Tapi anak saya paling parah sampai pingsan sampai kejang-kejang, demam juga gak berhenti,” sambung Usep.

Baca Juga:Keponakan Terduga Pelaku Perusakan Bantah Sejumlah TuduhanOknum Polisi Ngamuk Bawa Sajam, Ade Ginanjar Sebut Pelaku Sudah Sering Bikin Resah Warga Pameungpeuk

Usep juga menyebut pihak sekolah sebelumnya sempat menyampaikan komplain kepada pihak penyedia MBG. Namun menurutnya, pihak SPPG membantah adanya dugaan keracunan.

“Setelah pihak sekolah komplain, pihak SPPG ngotot kalau satu sekolah ini gak mungkin keracunan karena hanya satu sekolah. Ternyata dampaknya sampai sekarang bukan dari satu SD saja, tapi dari Naringgul, Baduyut, Batu Bawah sama,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara yang ia ketahui, jumlah warga terdampak diperkirakan sudah lebih dari 30 orang dan seluruhnya diduga menerima makanan dari dapur yang sama.

“Dampaknya itu sampai hari sekarang gitu. Kalau dihitung dari daerah saya mah kira-kira lebih dari 30 orang, semua yang disebutkan itu berasal dari dapur yang sama,” katanya.

Karena banyaknya keluhan dari masyarakat, pihak sekolah bersama guru-guru akhirnya memilih menolak distribusi MBG sementara waktu.

“Tadi itu, kepala sekolah dan guru-guru menolak menerima MBG karena ada desakan juga dari warga agar tidak menerima MBG,” pungkasnya.(*)

0 Komentar