Garut Hebat Belum Berhasil Ketika Pemkab Tidak Bisa Mengatasi ATS 

Kenapa Masih Banyak Anak Putus Sekolah? Ini Penyebabnya
Kenapa Masih Banyak Anak Putus Sekolah? Ini Penyebabnya
0 Komentar

GARUT – Persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) atau anak putus sekolah di Garut kini masih menjadi permasalahan utama, sehingga menuai perhatian dari berbagai pihak Pendidikan.

Salah satunya datang dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Garut, Encep Suherman.

Menurutnya, permasalahan anak putus sekolah mungkin disebabkan karena ada beberapa lembaga pendidikan yang tidak tercover dalam angka lulus sekolah.

Baca Juga:GIKF 2026 Digelar Di Cisurupan Non APBD, Disparbud Garut Gencar Cari Bantuan AnggaranFaktor Ekonomi dan Akses Pendidikan Picu Ribuan Anak Putus Sekolah, Disdik Garut Lakukan Verifikasi Data

“Nah yang kedua, ini juga kan rata-rata, misalnya mungkin ada kasus gini yang lucu, di Garut ini kan banyak sampai Profesor sekalipun banyak ya, tapi kan mereka tidak berdomisili di Garut juga,” ujarnya.

Namun demikian, kata Encep, angka lulus sekolah pada saat masa Covid itu tunggu, sehingga pemerintah sekarang terus mengupayakan agar hal tersebut bukan menjadi alasan utama terkait angka anak putus sekolah di Garut.

“Tapi sekarang juga pemerintah terus juga sedang mengupayakan agar itu bukan jadi alasan, harus tantangan ke depan, bahwa angka rata-rata lulusan sebagainya harus segera kita upgrade,” katanya.

Maka dengan begitu, langkah dari PGRI selaku unsur pendidikan di Garut bahwa PGRI jelas selalu rispect dan antisipatif terkait pendidikan di Garut, sehingga pihaknya mengawal isu pendidikan dari mulai kekosongan kepsek serta PPPK Paruh Waktu.

“Misalnya kemarin kan kita juga sudah mengawal Alhamdulillah mutasi yang para kepala SMP kan yang dari beberapa orang, kita juga sedang mengawal sesungguhnya ada anak-anak PPPK paruh waktu, ada anak atau guru yang PNS yang 2019-2020 yang belum relokasi, itu banyak,” ungkap Encep.

Menurutnya, Garut Hebat itu masih dalam mimpi ketika Pemkab tidak bisa mengatasi permasalahan anak putus sekolah, namun hal tersebut bukan kesalahan Garut, ini Isu Nasional.

Encep menjelaskan, anak putus sekolah di Garut penyebarannya hampir merata, namun jika dilingkungan Sekolah Dasar (SD) paling banyak di Garut Selatan.

Baca Juga:Kunjungan Wisata di Garut Meningkat Saat Libur Panjang Mei 2026, PAD Capai 48 PersenPKL Dinilai Picu Macet, Penataan Kawasan Pemda Garut Didukung Warga

“Saya berikan contoh begini, sepanjang pengetahuan saya justru di tingkat atas saja, jangan di tingkat bawah ya, mungkin kalau secara general, mungkin kalau anak-anak putus sekolah tingkat SD mungkin di daerah selatan,” jelasnya.

0 Komentar