Karaton Sumedang Larang Bantah Isu Mahkota Binokasih Rusak Usai Kirab

(Istimewa)
Karaton Sumedang Larang bantah isu mahkota binokasih rusak usai kirab budaya sunda (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Karaton Sumedang Larang membantah kabar yang beredar di media sosial terkait Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang disebut mengalami kerusakan saat mengikuti rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026. Pihak karaton menegaskan informasi tersebut tidak benar dan menyebut isu yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Luky Djohari Soemawilaga, melalui akun Tiktok resmi Media Karaton Sumedang Larang menjelaskan bahwa mahkota pusaka tersebut tidak mengalami kerusakan sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, yang terjadi hanyalah kendala kecil pada bagian pengikat ornamen mahkota akibat faktor usia material.

“Yang terjadi bukan mahkotanya rusak, tetapi hanya tali pengikat beberapa elemen yang hampir putus,” ujarnya pada video yang diunggah pada Selasa, 12 Mei 2026.

Baca Juga:Kemenkes Himbau Masyarakat Terkait Potensi Hantavirus di IndonesiaNetizen Sebut Persija Dengan Istilah Cacing Kemayoran Usai Kalah 2-1 dari Persib

Ia menerangkan, material pengikat pada mahkota sudah berusia sangat lama karena selama ini disimpan dalam ruang penyimpanan khusus di Gedung Pusaka Museum Prabu Geusan Ulun. Faktor usia disebut membuat beberapa bagian pengikat menjadi rapuh.

Luky juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih terkait benda pusaka yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Sunda. Ia menilai narasi yang berkembang di media sosial terlalu dibesar-besarkan dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Informasi yang menyebut Mahkota Binokasih rusak itu hoaks,” ujarnya menegaskan.

Isu tersebut mencuat setelah beredarnya pemberitaan oleh beberapa media terkait rusaknya mahkota binokasih dan beberapa kecaman dari pemerhati cagar budaya di sosial media. Sejumlah warganet kemudian berspekulasi bahwa mahkota pusaka itu mengalami kerusakan saat dibawa dalam kirab budaya lintas daerah di Jawa Barat.

Kirab Mahkota Binokasih sendiri menjadi bagian dari peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026 yang digelar sejak awal Mei. Prosesi budaya tersebut melibatkan berbagai daerah di Jawa Barat dan mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Mahkota Binokasih dikenal sebagai simbol kebesaran Kerajaan Sunda yang diwariskan kepada Kerajaan Sumedang Larang. Dalam rangkaian kirab budaya tahun ini, pusaka tersebut dibawa dalam prosesi budaya yang melintasi sejumlah daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya Sunda.

0 Komentar