Kejadian memalukan ini menjadi catatan hitam bagi MPR RI. Ajang yang seharusnya mendidik generasi muda tentang Empat Pilar kebangsaan justru tercoreng oleh dugaan ketidakadilan penilaian dan sikap kurang profesional para pelaksana.
MPR menyatakan akan melakukan evaluasi total terhadap sistem perlombaan, termasuk kualitas peralatan audio, pelatihan juri, dan mekanisme penanganan protes.
Baik juri maupun MC mendapat banyak kecaman dari masyarakat. Beberapa diantara mereka menulis klarifikasi dan permohonan maaf secara tertulis di akun sosial medianya.
Baca Juga:Kemenkes Himbau Masyarakat Terkait Potensi Hantavirus di IndonesiaNetizen Sebut Persija Dengan Istilah Cacing Kemayoran Usai Kalah 2-1 dari Persib
Meski demikian masyarakat masih geram dan menuntut baik juri maupun MC untuk melakukan klarifikasi secara professional dan terbuka melalui video.
Publik kini menanti tindak lanjut konkret. Kontroversi ini setidaknya menjadi pengingat keras bahwa kredibilitas lembaga negara bisa rusak hanya karena ketidakprofesionalan segelintir juri dan MC.(*)
