GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut, terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah pusat guna memperbaiki jembatan-jembatan yang rusak diberbagai titik di Garut akibat bencana alam.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut, Agus Ismail, mengatakan bahwa ada beberapa jembatan di Garut yang diperbaiki oleh pemerintah pusat, artinya dari mulai anggaran hingga perbaikan dikerjakan oleh pusat.
Ia mengatakan, pihaknya tengah mengajukan kurang lebih 324 jembatan di beberapa titik secara keseluruhan, guna menunjang akses layanan kesehatan, pendidikan.
Baca Juga:Yudha Puja Turnawan Tinjau Rumah Janda Lansia Korban Kebakaran di KarangpawitanArdi Ramdani Ukir Sejarah, Atlet Sepak Bola Asal Garut Tembus Super League Indonesia
“Tapi kemarin yang sudah direspon Itu ada 3 titik yang kemarin di Banjarwangi, Kadongdong Padahurip, kemudian ada Di Cibalong 2 ya di Desa Simpang sama Desa Maroko,” ujarnya belum lama ini.
Terkait anggaran, kata Agus, yang sudah di approve oleh pemerintah pusat itu jembatan di Desa Kadongdong sekitar Rp8 miliar.
“Kalau yang tadi yang sudah di approval kadongdong itu kurang lebih 8 miliar, kalau yang kedua lagi masih di tahap proses pembahasan,” katanya.
Ia menjelaskan, yang tengah diajukan sekitar 324 jembatan, untuk kedepannya perlu diverifikasi keseluruhan, dan yang paling penting harus memenuhi standar ketentuan.
“Yang penting bahwa itu memenuhi standar pertama bahwa tadi untuk panjangnya itu antara 80 sampai 100 meter, kemudian dia sebagai akses layanan kesehatan, layanan pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, ada beberapa jembatan yang telah diajukan ke pemerintah pusat untuk segera diperbaiki, namun belum diverifikasi secara ketentuan.
“Seperti kita misalkan tahu bahwa yang kita sudah ajukan misalnya di Pakenjeng itu ada jembatan yang penghubung Tanjungmulya, Tanjungjaya jembatan bokor, ada lagi di Talegong, itu sudah kita ajukan tapi belum terverifikasi,” pungkasnya.(Rizka)
