RADARGARUT– Di tengah hiruk-pikuk Stasiun Bekasi Timur yang kembali berdenyut, sebuah inisiatif mendalam muncul sebagai bentuk penghormatan abadi. PT Kereta Api Indonesia mengumumkan rencana pembangunan tugu memorial untuk mengenang 16 korban tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.
Tragedi itu melibatkan tabrakan antara Kereta Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, secara langsung menyampaikan komitmen perusahaan saat berada di lokasi.
“Kita mau bikin tugu di sini ya. Oke, tolong didukung ya,” ujarnya.
Baca Juga:Menelusuri Sejarah Garut Lewat Hotel Villa Dolce: Lokasi Pembunuhan Istri Konsulat Spanyol 1925Cara Cek Bansos Lewat HP: Cukup Pakai NIK!
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas monumen ini akan segera dimulai dalam waktu dekat. Tugu ini bukan sekadar simbol fisik, melainkan pengingat abadi akan pengorbanan para korban, yang sebagian besar adalah perempuan pekerja keras, dijuluki “16 srikandi” yang setiap hari berjuang mencari nafkah bagi keluarga mereka.
Tragedi Bekasi Timur bermula dari insiden di perlintasan rel yang memicu tabrakan beruntun. Akibatnya, 16 nyawa melayang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan ini menyita perhatian publik, memicu sorotan terhadap sistem keselamatan transportasi kereta api, termasuk perlintasan tanpa palang pintu dan koordinasi antar moda.
Berbagai pihak, termasuk DPR dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), turut menuntut investigasi menyeluruh.Di balik kesedihan, KAI menunjukkan sikap tanggung jawab yang tinggi.
Bobby Rasyidin menjamin perusahaan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka serta pendampingan penuh hingga pemakaman bagi yang meninggal.
“Kami melakukan pendampingan full, full sekali,” tegasnya.
Pendekatan humanis ini mencerminkan komitmen KAI untuk tidak meninggalkan keluarga korban sendirian dalam duka.Tak hanya dari pihak manajemen, masyarakat sekitar stasiun juga menunjukkan empati mendalam.
Sejumlah penumpang Commuter Line terlihat memanjatkan doa di depan ratusan buket bunga yang menghiasi area lokasi kecelakaan. Doa dan bunga itu menjadi bukti bahwa kenangan para korban terus hidup di hati banyak orang.
Pembangunan tugu memorial diharapkan tidak hanya menjadi monumen duka, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk meningkatkan keselamatan transportasi. Bobby dan tim KAI juga mendukung penuh proses penyidikan Polri serta rekomendasi KNKT agar kejadian serupa tak terulang.
