Menelusuri Sejarah Garut Lewat Hotel Villa Dolce: Lokasi Pembunuhan Istri Konsulat Spanyol 1925

(Istimewa)
Hotel Villa Dolce Garut (Istimewa)
0 Komentar

Pada Sabtu sore, manajer hotel menemukan jasad MacFie di balik kelambu dengan luka parah di tenggorokan dan lengan. Tidak ada senjata di tempat kejadian, dan barang-barang berharga seperti arloji, cincin, uang 600 gulden, serta buku cek masih utuh.

Awalnya polisi menduga bunuh diri, tapi bukti medis menunjukkan pembunuhan brutal. Kasus ini langsung menghebohkan Hindia Belanda, Australia, dan media internasional karena melibatkan istri diplomat.

Penyelidikan berlangsung dramatis. Polisi sempat fokus pada tersangka Eropa atau asing, termasuk seorang warga Australia yang berperilaku aneh, karena motif perampokan diabaikan.

Baca Juga:Cara Cek Bansos Lewat HP: Cukup Pakai NIK!WHO Prediksi Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Jadi Epidemi

Ada coretan puisi dengan inisial “EN” dan barang kecil hilang seperti anting-anting. Namun, setelah kecerobohan membersihkan TKP terlalu cepat yang dikritik media sebagai “gobbledygook” (bodoh), jaksa dan reserse dari Batavia turun tangan.

Akhirnya terungkap pelaku adalah karyawan hotel dan rekan mereka, Rachman (mandor/pelari hotel), Entjim, dan Rueben (blasteran Inggris-India yang bekerja di hotel lain). Mereka merencanakan perampokan setelah melihat MacFie tampak kaya.

Rueben diduga sebagai eksekutor penusukan. Koper korban ditemukan dibuang ke sumur. Motif utama tetap misterius bukan semata perampokan karena banyak barang berharga tak diambil.

Ada spekulasi motif lain terkait status diplomatik korban atau persaingan hotel, tapi tak pernah sepenuhnya terungkap. Ketiganya divonis penjara seumur hidup setelah sidang yang melibatkan penerjemah istimewa, Anita Rambonet Daponte (istri walikota Sukabumi). Kasus ini sempat menurunkan kunjungan wisatawan ke Garut.

Unsur Mistis dan Legenda Lokal

Tragedi 1925 meninggalkan jejak mendalam. Hingga kini, cerita mistis beredar di kalangan warga Garut. Konon, roh Campbell MacFie masih gentayangan di lokasi bekas hotel, terutama pada malam-malam sepi.

Suara tangisan wanita, bayangan putih, atau rasa tidak nyaman dikaitkan dengan pembunuhan brutal tersebut. Beberapa pegiat sejarah dan penduduk setempat menyebut Villa Dolce sebagai tempat berhantu, di mana “bayang-bayang masa lalu” masih terasa.

Meski tak ada bukti ilmiah, unsur mistis ini diperkuat oleh sejarah hotel sebagai saksi pembunuhan tanpa motif jelas. Lokasi dekat stasiun dan area yang kini mungkin telah berubah (ada yang menyebut bekasnya menjadi Islamic Center) tetap menyimpan aura misterius.

0 Komentar