“Jadi memang akumulasi ibu itu, terus mungkin karena ada tekanan-tekanan lain. Akhirnya dengan emosi kemanusiaan dia langsung mengambil tindakan,” ungkapnya.
Ia juga menyebut saat kejadian dirinya sedang tidak berada di sekolah karena menghadiri rapat di Kuningan, sehingga tidak mengetahui langsung peristiwa tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, pihak sekolah telah memberikan teguran lisan dan tertulis kepada guru BK yang bersangkutan, serta meminta yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua siswi.
Baca Juga:BMKG Himbau Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Periode 5-11 Mei 2026Libur 4 Hari Berturut-turut! Ini Daftar Tanggal Merah Pertengahan Mei 2026
“Karena itu sudah terjadi dan tidak bisa dikembalikan karena sudah dipotong, akhirnya kita mengaku salah dan ibu tersebut harus mengaku salah ke orangtua siswa dan meminta maaf. Alhamdulillah, orangtua sudah memaafkan,” imbuhnya.
Pihak sekolah menyatakan telah memberikan pendampingan psikologis kepada siswi yang terdampak, bekerja sama dengan dinas terkait.
“Mengenai hal lain memang dari perlindungan anak juga kan ada laporan, jadi ada pendampingan psikologi. Tapi memang sudah selesai,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut memberikan trauma psikis yang berat bagi siswa sehingga diharapkan kedepannya kejadian serupa tidak terjadi lagi. (Ale)
