RADARGARUT– Meski Indonesia mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam berbagai wilayah hingga pekan depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk periode 5 sampai 11 Mei 2026, menunjukkan bahwa dinamika atmosfer global belum sepenuhnya reda.
Menurut BMKG, pada awal Mei 2026, hujan ekstrem sudah tercatat di beberapa daerah. Curah hujan sangat lebat hingga ekstrem terjadi di Jawa Barat (166,5 mm/hari), Jambi (131,2 mm/hari), Kalimantan Barat (113,8 mm/hari), Sumatera Utara (129,5 mm/hari), dan Maluku (103,1 mm/hari).
Baca Juga:Api Lahap Warung Di Tarogong Kaler, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta RupiahDinkes Catat 112 Kasus Campak dan Rubela, Didominasi Wilayah Garut Selatan
Fenomena ini dipicu oleh kombinasi gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang aktif melintasi Indonesia, serta Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2 di Samudra Hindia.
MJO fase 2 ini secara signifikan meningkatkan aktivitas konveksi, terutama di wilayah barat Indonesia seperti pesisir barat Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Kalimantan Tengah dan Selatan, Sulawesi Selatan dan Tenggara, serta Maluku.
Sirkulasi siklonik di berbagai perairan, termasuk pesisir barat dan utara Sumatera, Kalimantan utara, serta perairan utara Maluku dan Papua, semakin memperkuat pembentukan awan hujan. Faktor lokal seperti pemanasan siang hari dan kelembaban udara yang masih tinggi turut mendukung kondisi ini.
Suhu maksimum yang tinggi juga tercatat, seperti di Kalimantan Timur (37,1°C), Kalimantan Utara (36,6°C), dan wilayah lainnya. Hal ini menandakan penguatan Monsun Australia yang membawa angin timuran dan massa udara lebih kering, sekaligus menandai peralihan musim.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
Untuk periode 5 sampai 11 Mei 2026, MJO diprediksi tetap aktif di fase 2, memengaruhi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan sebagian Jawa-Bali-Nusa Tenggara.
Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial juga terus bergerak, meningkatkan potensi hujan di banyak pulau besar. Bibit siklon 92W di Samudra Pasifik utara Papua serta beberapa sirkulasi siklonik lokal di perairan Aceh, Bengkulu, Selat Makassar, dan Laut Banda akan membentuk daerah konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Prakiraan Rinci
5 sampai 7 Mei 2026, diprediksi hujan ringan hingga lebat mendominasi. Waspada hujan sedang-lebat di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, seluruh Kalimantan, Sulawesi Utara hingga Tenggara, serta Papua.
