RADARGARUT– Sebuah kabar mengejutkan datang dari Samudra Atlantik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa tiga orang telah meninggal dunia akibat dugaan infeksi hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde.
Satu kasus telah terkonfirmasi positif, sementara lima kasus lainnya masih dalam tahap penyelidikan mendalam, termasuk pengujian laboratorium lanjutan. Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran global mengingat kapal pesiar biasanya menjadi tempat berkumpulnya ratusan hingga ribuan penumpang dalam ruang tertutup.
Kapal MV Hondius, yang dikenal sebagai kapal ekspedisi mewah untuk wisatawan petualang yang ingin menjelajahi wilayah-wilayah terpencil, kini menjadi pusat perhatian dunia kesehatan.
Baca Juga:DPRD Garut Bantah Isu Kelangkaan Gas Elpiji 3KGHarga Emas 5 Mei 2026: Stabil di Angka Rp 2.7 Juta
Meski detail lengkap tentang identitas korban dan kondisi terkini penumpang lainnya belum diungkap secara resmi, insiden ini mengingatkan kita pada kerentanan sistem transportasi laut terhadap penyakit menular, terutama yang berasal dari reservoir hewan.
Apa Sebenarnya Hantavirus?
Hantavirus bukan virus baru, tetapi namanya sering kali muncul tiba-tiba dan menimbulkan kepanikan. Virus ini dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan ditularkan kepada manusia terutama melalui udara yang terkontaminasi partikel kotoran, urin, atau air liur hewan tersebut yang telah mengering.
Saat terjadi kontak dengan kotoran, misalnya saat membersihkan ruangan atau ventilasi kapal, virus bisa terhirup oleh manusia. Penularan langsung antarmanusia sangat jarang terjadi, meski dalam kasus tertentu ada kemungkinan melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat.
Virus ini dapat menyebabkan dua sindrom utama yang berbahaya:
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Gejala awal mirip flu berat yang meliputi demam tinggi, kelelahan ekstrem, nyeri otot, sakit kepala, pusing, menggigil, dan gangguan pencernaan. Jika berkembang ke gangguan pernapasan, tingkat kematian mencapai sekitar 38% menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Bentuk yang lebih parah, menyerang ginjal dengan gejala lanjutan seperti tekanan darah rendah, perdarahan internal, dan gagal ginjal akut. Penyakit ini lebih banyak ditemukan di Eropa dan Asia.
Skala Global dan Risiko Tersembunyi
Secara global, diperkirakan ada sekitar 150.000 kasus HFRS setiap tahun, terutama di China. Di Amerika Serikat, sejak pemantauan dimulai tahun 1993 hingga 2023, tercatat 890 kasus. Salah satu jenis virus Seoul yang dibawa tikus cokelat (Norway rat) bahkan tersebar luas di berbagai belahan dunia.
