Dirut KAI Bobby Rasyidin Dukung Penuh Penyidikan Polisi, Janji Tanggung Jawab Korban

(Disways)
PT KAI dukung penuh proses penyelidikan mendalam (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Tragedi tabrakan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih menjadi sorotan publik. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyidikan kepolisian untuk mengungkap akar penyebab kecelakaan yang menewaskan 16 orang tersebut.

Insiden tragis terjadi pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.50 WIB. Dugaan sementara menyebutkan kecelakaan dipicu oleh gangguan di perlintasan sebidang JPL 85. Sebuah taksi listrik Green SM diduga mengalami masalah dan berhenti di tengah rel, menyebabkan KRL yang melintas tertahan.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Gambir menuju Surabaya Pasar Turi menghantam bagian belakang KRL dengan keras. Benturan hebat ini terutama merusak gerbong khusus perempuan di ujung rangkaian KRL.

Baca Juga:DPRD Garut Bantah Isu Kelangkaan Gas Elpiji 3KGHarga Emas 5 Mei 2026: Stabil di Angka Rp 2.7 Juta

Bobby Rasyidin membenarkan telah menjalani pemanggilan dari Polda Metro Jaya sebagai bagian dari proses pengusutan.

“Ya, sudah tadi. Sudah mulai ya,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian pada 4 Mei 2026.

Ia menegaskan PT KAI bersikap kooperatif sepenuhnya terhadap aparat penegak hukum dan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kita mendukung upaya hukum, kita mendukung sekali upaya KNKT untuk mengungkap sebab musabab dari kejadian ini,” tegas Bobby.

Meski demikian, Bobby enggan membeberkan detail pemeriksaan, termasuk durasi dan pertanyaan yang diajukan penyidik. Ia menyatakan belum mendapat informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. Sikap transparan dan kooperatif ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum sekaligus memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan masyarakat.

Lebih dari sekadar dukungan investigasi, PT KAI menunjukkan tanggung jawab moral yang tinggi. Bobby memastikan perusahaan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban luka-luka serta santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.

“Kami melakukan pendampingan full, full sekali, penuh pendampingannya. Untuk korban yang luka-luka, kami juga melakukan pendampingan full,” katanya.

Baca Juga:Persib Siap Tanding Lawan Persija: Hondak Harap Pertandingan Digelar Di GBKPersib Siap Tanding Lawan Persija: Hondak Harap Pertandingan Digelar Di GBK

Pendampingan ini termasuk menemani korban hingga ke liang lahat, mencerminkan komitmen KAI tidak hanya secara finansial tetapi juga emosional.

Tragedi ini menimbulkan duka mendalam, terutama karena sebagian besar korban adalah penumpang perempuan di gerbong khusus. Proses evakuasi berlangsung selama sekitar delapan jam dengan hati-hati. Puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi intensif.

0 Komentar