Golongan Layanan Khusus:
L/TR, TM, TT: Rp1.645/kWh
Pelanggan subsidi (seperti rumah tangga miskin dengan daya 450 VA dan 900 VA tertentu) tetap mendapatkan tarif yang lebih rendah sesuai skema subsidi pemerintah. PLN terus melakukan verifikasi data agar subsidi tepat sasaran dan tidak bocor ke yang tidak berhak.
Dampak Ekonomi dan Prospek ke Depan
Dengan tarif yang stabil, konsumsi listrik nasional diharapkan terus meningkat seiring pemulihan aktivitas ekonomi pasca-pandemi dan berbagai program pembangunan infrastruktur.
Sektor industri dan bisnis yang merupakan penyumbang besar permintaan listrik akan mendapat kepastian biaya, yang pada akhirnya mendukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi.
Baca Juga:Rupiah Terbakar! Rekor Terburuk Sepanjang Masa Tembus Rp 17.300, Apa yang Salah dengan Ekonomi Kita?Persaingan Sengit Menuju Gelar Juara BRI Super League 2025/2026: Persib vs Borneo Siap Rebutkan Gelar Juara
Namun, tantangan tetap ada. PLN terus berupaya mengoptimalkan bauran energi dengan meningkatkan porsi pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti solar, hidro, dan angin.
Langkah ini tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan listrik secara bijak. Beberapa tips hemat listrik yang bisa diterapkan sehari-hari meliputi mematikan peralatan yang tidak digunakan, memilih lampu LED, serta memanfaatkan peralatan rumah tangga berlabel hemat energi. (*)
