RADARGARUT– Kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026 malam, menjadi salah satu insiden paling tragis dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga Selasa 28 April 2026, jumlah korban tewas bertambah menjadi 15 orang, dengan seluruhnya merupakan perempuan dewasa. Sementara itu, korban luka-luka mencapai sekitar 84 sampai 88 orang.
Kecelakaan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Menurut informasi yang beredar, insiden bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang, yang kemudian memicu tabrakan hebat antara kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL.
Baca Juga:KAI Prioritaskan Evakuasi dan Penanganan Korban Tragedi Bekasi Timur: Jadwal Kereta Dibatalkan untuk Fokus PenEvakuasi Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Memakan Waktu 12 Jam: Tercatat 14 Orang Meninggal Dunia
Gerbong belakang KRL mengalami kerusakan paling parah, terutama gerbong khusus wanita yang berada tepat di titik benturan. Basarnas dan tim evakuasi melaporkan bahwa semua korban meninggal dunia adalah perempuan dewasa.
Hal tersebut sejalan dengan pernyataan yang diberikan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Muhammad Syafii. Dirinya mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan.
“Seratus persen yang kita evakuasi perempuan,” jelasnya.
Pernyataan ini diucapkan langsung di lokasi kejadian pada Selasa 28 April 2026. Vice President Corporate Communications PT KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa para korban adalah perempuan usia produktif yang sebagian besar sedang dalam perjalanan pulang atau beraktivitas sehari-hari.
Beberapa jenazah telah berhasil diidentifikasi melalui proses DVI Polri di Rumah Sakit Bhayangkara, sementara dengan total akhir korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 15 orang. Empat di antaranya diketahui warga DKI Jakarta, termasuk seorang guru yang tinggal di Cikarang.
Korban luka-luka dirawat di berbagai rumah sakit, seperti RSUD Kota Bekasi, RS Polri, dan rumah sakit lainnya di sekitar Bekasi dan Jakarta. Beberapa korban mengalami luka serius seperti patah tulang, memar, dan bengkak akibat tertimpa reruntuhan gerbong.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan bahwa Pemprov DKI siap memberikan bantuan bagi keluarga korban warga Jakarta.
Sementara itu, Dirut KAI dan pihak berwenang sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan serta mengevaluasi sistem keselamatan perkeretaapian.
