Produksi Gabah di Garut Ditargetkan 631 Ribu Ton, Meski Ancaman Kemarau Mengintai Sektor Pertanian

Radar Garut
sejumlah petani sedang memanen padi di Garut. (Rizki/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Sebanyak 631.490 Ton Gabah Kering Giling (GKG) menjadi target Dinas Pertanian untuk memproduksi padi ditahun 2026, dengan memperluas dan upaya mengoptimalkan lahan hingga 112.314 hektare.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan pada Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian.

Ardhy menyampaikan, target produksi padi tahun ini lebih besar dari taun 2025 sebelumnya, diangka 485.286 ton GKG. “Target tahun sebelumnya terealisasi diangka 736.210, 6 ton GKG, di luas tanam 118.848,” ujarnya.

Baca Juga:GWC Desak Kepastian Status Relawan Kebersihan di GarutPembangunan Stadion Dalem Bintang Terkendala Anggaran, Sejumlah Fasilitas Pendukung Belum Lengkap

Ia menyebutkan, bahwa target yang tercapai ditahun sebelumnya terkendala oleh berbagai faktor, diantaranya realisasi lahan pangan yang naik, dan hujan tepat waktu pada awal musim.

“Pengaruh realisasi luas panen yang juga naik signifikan, kemungkinan karena awal musim hujannya tepat waktu,” sebutnya.

Menurut Ardhy, pihaknya optimistis target produksi padi di tahun ini dapat tercapai meskipun ada ancaman musim kemarau, dengan target luas panen sekitar 106.718 hektare.

Selanjutnya, pihaknya menjelaskan beberapa upaya telah dilakukan untuk mencapai target terutama dalam menghadapi musim kemarau.

“Upaya yang pertama pelaksanakan Gladi Posko untuk melihat Kesiapan operasionalisasi pompa air, unit irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta Sumur dangkal/dalam,” lanjutnya.

Selain itu, kata dia, upaya lain yang dilakukan Dispertan ialah melakukan identifikasi sumber air permukaan apabila terjadi kekeringan, ataupun permukaan yang dapat dieksploitasi.

“Mengusulkan tambahan pompa air serta unit irigasi perpompaan, optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta cetak sawah rakyat,” katanya.

Baca Juga:Lulusan SMA Mendominasi Pencari Kerja, Disnakertrans Garut Catat 2.500 Pembuatan AK1Usulan ASN Baru Terbentur Anggaran, Belanja Pegawai Melebihi Batas Aturan

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan asuransi usata tani sebagai bentuk langkah antisipasi ketika mengalami dampak dari musim kemarau.

“Menyediakan asuransi usaha tani padi apabila ada lahan² Pertanian padi yang mengalami kekeringan,” tutupnya. (Rizka)

0 Komentar