RADARGARUT– Garut, kota dodol yang terkenal di Jawa Barat, menyimpan pesona lain yang tak kalah memikat, hamparan perkebunan teh hijau yang membentang luas di lereng pegunungan.
Dengan udara sejuk pegunungan, kabut tipis di pagi hari, dan aroma daun teh segar yang menenangkan, perkebunan teh Garut menjadi destinasi wisata agro favorit bagi wisatawan yang ingin healing sekaligus belajar tentang budidaya teh Indonesia.
Perkebunan teh di Garut memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak era kolonial Belanda. Pada tahun 1827, uji coba penanaman teh pertama dilakukan di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut.
Baca Juga:Idul Adha 2026: Tanggal 27 Mei, Libur Panjang 3 Hari, Ini Persiapan Kurban dan Makna MendalamnyaCicilan KUR BRI April 2026 Semakin Ringan: Peluang Emas Bagi UMKM Dapat Modal Murah dengan Angsuran Terjangkau
Kemudian pada 1832, sekitar 50.000 bibit teh ditanam dan berhasil tumbuh subur berkat tanah vulkanik yang kaya mineral serta iklim sejuk dengan curah hujan yang stabil.
Perkebunan teh seperti Cisaruni di Cikajang, Dayeuhmanggung di Cilawu, Neglasari, Papandayan, serta Sumadra menjadi saksi bisu bagaimana Garut berkembang menjadi salah satu sentra produksi teh di Jawa Barat.
Keindahan dan Daya Tarik Perkebunan Teh Garut
Salah satu yang paling populer adalah Perkebunan Teh Dayeuhmanggung di Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu.
Lokasinya hanya sekitar 14 km dari pusat Garut, mudah diakses dengan waktu tempuh kurang dari 45 menit. Pengunjung bisa menikmati view hijau membentang, berjalan-jalan di antara barisan tanaman teh, atau sekadar duduk santai sambil menikmati secangkir teh hangat.
Di sini ada juga area camping ground dan spot foto instagramable yang cocok untuk keluarga atau pasangan. Tiket masuk biasanya sekitar Rp25.000 sampai Rp35.000, tiket bisa ditukar dengan minuman teh atau air mineral.
Sementara itu, Perkebunan Teh Cisaruni di Giriawas, Cikajang, menawarkan nilai edukatif lebih tinggi. Ada tugu Karel Frederik Holle yang mengingatkan pada sejarah perkebunan teh era Belanda. Pengunjung bisa belajar proses pemetaan daun teh, panen, hingga pengolahan di pabrik.
Udara dingin dan pemandangan bukit-bukit teh yang teratur membuat tempat ini cocok untuk wisata edukasi sekolah atau keluarga yang ingin tahu lebih dalam tentang agrowisata teh.
Baca Juga:Timnas U-17 Indonesia vs Malaysia Malam Ini, Garuda Muda Bidik Kemenangan Kedua!Menelusuri Jejak Sejarah Pasar Guntur Garut: Dari Pusat Barter Hingga Ikon Ekonomi Kota Intan
Garut sendiri berkontribusi sekitar 8,10% dari total produksi teh di Jawa Barat, provinsi yang menjadi penghasil teh terbesar di Indonesia atau sekitar 67% produksi nasional.
