GARUT – Maggot menjadi salah satu kunci utama yang bisa dilakukan untuk penguraian sampah organik, karena dinilai sangat efektif, serta bagus untuk pakan ternak seperti Lele, ikan, ayam, bahkan burung.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jujun Juansyah Nurhakim.
Jujun menyampaikan, sampah Organik atau sisa makanan biasanya disimpan selama 1 atau 2 hari agar tekstur nya menjadi lembek.
Baca Juga:Warga Garut Keluhkan Pemasangan Tiang Internet Tanpa IzinNPCI Garut Gelar Musorkab, Ketua Komara: Fokus ke Jabar
“Lebih bagus disimpan sehari lah gitu ya, gitu sehari dulu supaya itunya lebih lembek gitu ya. Tapi kadang-kadang kan sehari dua hari mah udah bau gitu, jadi langsung aja gak apa-apa gitu,” ujarnya belum lama ini.
Kemudian, Jujun menjelaskan, setelah lembek sampah organik dimasukan ke wadah yang berisi Maggot.
“Nah, dari makanan itu masukkan ke tempat biopon namanya, tempat wadah kaya gitu, terus masukin kesitu, didalam wadah udah ada si Maggot, bayi Maggot, iya kayak belatung gitu kan,” katanya.
Jujun menjelaskan, Maggot sendiri ada siklus hidupnya, dari mulai telur, ke larva, lanjut ke Prepupa, kemudian pupa, hingga lalat.
“Mereka tuh kan ada siklus nya, dari berapa lama, kemudian dia menjadi pupa, pupa teh kaya kepongpong, kemudian bertelur, balik lagi kesini ke magot lagi, telurnya teh gitu,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Maggot sendiri bagus untuk pakan ternak, dan hasil ternak bisa memiliki nilai ekonomi yang bagus.
“Bisa, pakan lele, pakan ayam, pakan ikan, burung. Jadi jangan dilihat jual maggotnya, tapi siklus ekonominya, lelenya udah besar bisa dijual, ikan, ayam gitu kan, jual maggot nya ga seberapa, itunya mengurangi pakan gitu,” sebutnya.
Baca Juga:150 ASN Baru Dilantik, Sekda Garut Tekankan Kompetensi Keahllian dan SertifikasiKolaborasi PDAM dan DPRD Garut, Berikan Bantuan Untuk Warga Miskin Ekstrem
Ia menambahkan, Maggot juga memiliki protein yang tinggi sekitar 35 persen, dibandingkan dengan konsentrat yang sering dijual di toko-toko, serta ramah lingkungan.
“Kan dari sisi protein juga itu lebih besar dari konsentrat yang ada di jual-jual kan. Kalau Maggot bisa sampai 35 persen, itu paling maksimal 30 persen konsentratnya, iya lebih bagus Maggot alami, ramah lingkungan,” pungkasnya. (Rizka)
